Dalam kunjungan ini, Menbud Fadli menyaksikan proses pembuatan daluang, kertas tradisional Nusantara berbahan kulit pohon saeh yang digunakan untuk menulis naskah-naskah kuno.
Menbud Fadli berharap budaya lokal yang berkembang di Situs Cangkuang dapat terus dilestarikan. Ia menekankan pentingnya menjadikan situs ini sebagai bagian dari literasi sejarah dan destinasi wisata budaya nasional.
“Mudah-mudahan budaya lokal di situs ini bisa terus lestari, menjadi bagian dari literasi kita tentang masa lalu, sekaligus destinasi wisata budaya,” ucapnya.
Dia juga mengajak generasi muda untuk belajar tentang sejarah Candi Cangkuang, sosok Embah Dalem Arif Muhammad, dan warisan budaya takbenda lainnya yang berkembang di masyarakat sekitar.
“Kita harapkan supaya generasi muda bisa mengenal dan belajar tentang ekspresi-ekspresi budaya lokal, seperti siraman yang sudah menjadi sebuah budaya di sini dan warisan budaya tak benda lainnya,” katanya.
Dalam kunjungan kerja ini, Menbud Fadli turut didampingi oleh sejumlah tokoh, antara lain Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah; Asisten Daerah III Kabupaten Garut; Budi Gangan Gumilar; Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, Luna Aviantini; Kepala Bidang Kebudayaan, Wawan Sumarwan; Camat Leles, Aliyuddin; Kepala Desa Cangkuang, Endang Suhendar; dan Ketua Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) Cangkuang, Cucu Suparma.