JAKARTA - Permainan tidak selalu identik dengan hiburan semata. Banyak jenis permainan justru dirancang untuk mengasah otak, meningkatkan daya pikir logis, dan mempertajam konsentrasi.
Beberapa permainan bahkan digunakan sebagai latihan mental agar otak tetap tajam di segala usia alias mencegah pikun. Kepikunan atau dalam istilah medis disebut penurunan fungsi kognitif umumnya terjadi karena otak kurang aktif digunakan seiring bertambahnya usia.
Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa aktivitas yang merangsang kerja otak secara konsisten dapat membantu memperlambat atau bahkan mencegah penurunan daya ingat.
Berikut ini adalah 4 permainan kecerdasan yang bisa melatih otak dan mencegah pikun, dikutip dari berbagai sumber, Rabu (30/4/2025).
Catur adalah permainan strategi klasik yang telah dimainkan selama berabad-abad. Dikenal sebagai olahraga otak, catur menuntut pemain untuk berpikir jauh ke depan dan merencanakan setiap gerakan dengan matang.
Catur dimainkan oleh dua orang. Setiap pemain memiliki 16 buah bidak dengan peran berbeda: raja, ratu, benteng, kuda, gajah, pion.

Tujuan utama adalah melakukan skakmat pada raja lawan, yaitu posisi raja tidak bisa menghindar dari serangan. Permainan berakhir saat salah satu pemain kalah, menyerah, atau terjadi remis (seri).
Catur meningkatkan kemampuan berpikir logis, pengambilan keputusan, konsentrasi tinggi, dan manajemen risiko. Studi menunjukkan bahwa lansia yang rutin bermain catur memiliki risiko demensia lebih rendah dibanding yang tidak.
Jigsaw puzzle adalah permainan menyusun gambar dari potongan-potongan acak. Meski terlihat sederhana, jigsaw sangat efektif melatih otak, terutama kemampuan spasial dan visual.
Pemain menyusun potongan gambar (biasanya berbentuk lengkung atau zigzag) hingga membentuk satu gambar utuh. Jumlah potongan bervariasi, mulai dari 100 hingga ribuan. Diperlukan pengamatan detail, kesabaran, dan ketekunan.
Puzzle melatih koordinasi mata dan tangan, fokus, serta memori visual. Sangat baik untuk anak-anak hingga lansia.
Domino atau lebih dikenal sebagai gaple di Indonesia merupakan permainan strategi sederhana yang sangat populer di berbagai kalangan. Permainan ini menggunakan 28 kartu berbentuk ubin dengan dua sisi angka dari 0 hingga 6.
Domino biasanya dimainkan oleh 2 hingga 4 pemain dengan setiap pemain mendapat 7 domino. Pemain pertama mengeluarkan domino dengan angka ganda tertinggi.
Pemain selanjutnya mengeluarkan kartu yang salah satu sisinya cocok dengan angka di ujung kartu di meja. Jika tidak bisa jalan, pemain pass giliran. Permainan berakhir ketika seseorang kehabisan kartu atau semua pemain tidak bisa jalan.

Saking populernya di Indonesia, permainan ini diwadahi Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) yang kerap menyelenggarakan turnamen. Salah satunya adalah Open Tournament Domino Makassar 2025 pada tanggal 12–13 April di Gedung Tennis Indoor Telkom, Makassar.
Tak tanggung-tanggung, PORDI menggandeng Higgs Games Island (HGI) dan berhasil menarik peserta dari berbagai daerah, dengan lebih dari 1.000 orang hadir langsung di lokasi. Sebanyak 2 juta orang juga ikut turnamen secara online.
Ketua Umum PORDI, Andi Jamaro Dulung mengatakan, olahraga pintar seperti domino mengasah kemampuan berpikir, strategi, kerja sama, pengambilan keputusan cepat, pengendalian ego, intuisi, dan perhitungan.
“Oleh karena itu, domino membangun kematangan emosional, retensi memori, dan dapat mencegah penyakit degeneratif seperti pikun,” ucapnya.
Sebagai warisan budaya yang diturunkan dari generasi ke generasi, domino di Indonesia bukan hanya sekadar permainan hiburan, tetapi juga mengandung kedalaman strategi, kecerdasan matematis, dan pemikiran filosofis. Kejuaraan ini juga bertujuan untuk meningkatkan popularitas domino sebagai olahraga kompetitif.
Sudoku adalah teka-teki angka berbasis logika yang sangat populer di koran, buku, dan aplikasi digital. Permainan ini tak membutuhkan matematika, melainkan kemampuan logika dan deduksi.
Aturan mainnya adalah. Papan terdiri dari kotak 9x9, dibagi menjadi 9 kotak kecil 3x3. Tujuannya adalah mengisi seluruh kotak dengan angka 1 sampai 9 tanpa mengulang di baris, kolom, atau blok 3x3. Beberapa angka sudah diisi sebagai petunjuk awal.
Sudoku efektif untuk melatih logika, ketelitian, serta kemampuan menyusun strategi secara sistematis.
(Qur'anul Hidayat)