Kabarnya, ada klaim bahwa Pangeran Agung Suyang menggunakan tinta merah untuk membuat daftar sasaran para musuhnya.
Teori lain menyatakan bahwa selama Perang Korea, tinta merah digunakan untuk menghapus nama warga sipil atau tentara yang mati syahid. Warna merah dengan cepat dikaitkan dengan peristiwa buruk seperti kematian; oleh karena itu, orang-orang enggan menulisnya.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.