Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menemukan Ketenangan Jiwa di Bhutan, Surganya Kaum Introvert

Nabila Febriyanti R , Jurnalis-Sabtu, 07 September 2024 |10:15 WIB
Menemukan Ketenangan Jiwa di Bhutan, Surganya Kaum Introvert
Bhutan, surganya para pencari ketenangan (Foto: Pexels/Prateek Katyal)
A
A
A

BHUTAN merupakan destinasi paling tepat bagi mereka para pencari ketenangan. Ya, negara ini memiliki ketenangan paling nyata dibanding negara lain kebanyakan. 

Melansir Daily Mail, Bhutan ialah negara yang terkurung daratan antara China dan India, memiliki ukuran mirip Swiss dan terdiri dari lembah-lembah yang terputus satu sama lain. Selama perjalanan sejarah, Bhutan terisolasi dari dunia dan baru memiliki bandara pada tahun 1983. 

Wilayah timur yang kurang berkembang masih menggunakan ekonomi barter non-tunai, seperti membayar pajak dengan tekstil. Kerajaan Buddha Bhutan, atau Druk Yul, adalah tempat paling ideal untuk beristirahat, layaknya sebuah spa. 

Raja Jigme Khesar Namgyel Wangchuk memerintah sebagai pemimpin yang baik hati dan bijaksana. Ayahnya, raja keempat, menciptakan indeks Kebahagiaan Nasional Bruto untuk menggantikan Produk Nasional Bruto sebagai indikator kesejahteraan, dan orang-orang tampak bahagia di negara itu. 

Bhutan(Foto: Pexels/Soonam Wooeser)

Bhutan memiliki populasi 800 ribu jiwa penduduk, sehingga tidak terlalu crowded dan cocok jadi destinasi kaum introvert. Namun uniknya, di negara ini Anda tidak akan ditemukan lampu lalu lintas.

Bhutan memiliki netral karbon dengan emisi nol atau kategori bersih serta dikelilingi hutan berdaun lebar dan konifer. 

Budaya Tibet telah memengaruhi kehidupan Bhutan, mulai dari arsitektur rumah kayu tanpa paku dengan atap cantik, hingga kuliner. Adapun makanan orang Bhutan menggunakan herbal Himalaya, madu, sea buckthorn, momo, dan cabai. 

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement