Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pria Ini Bangkit Setelah 12 Tahun Terperangkap Dalam Tubuhnya Sendiri, Idap Locked-in Syndrome

Rizky Bani Yusna , Jurnalis-Rabu, 04 September 2024 |06:00 WIB
Pria Ini Bangkit Setelah 12 Tahun Terperangkap Dalam Tubuhnya Sendiri, Idap Locked-in Syndrome
Kisah pria yang idap penyakit langka. (Foto: VT.co)
A
A
A

SEORANG pria asal Johannesburg, Afrika Selatan bernama Martin Pistorius mengalami kejadian luar biasa yang mengubah hidupnya secara drastis. Pada usia 12 tahun, tepatnya pada 1988, Pistorius pulang dari sekolah dengan keluhan sakit tenggorokan dan kepala.

Namun, kondisi kesehatannya memburuk dengan cepat hingga dia jatuh ke dalam kondisi vegetatif, di mana dokter meyakini bahwa dirinya telah koma.

Melansir dari Vt.co Rabu (4/9/2024) keadaan yang sesungguhnya diderita Pistorius adalah locked-in syndrome, suatu kelainan neurologis langka di mana seseorang sepenuhnya sadar tetapi lumpuh total. Hanya matanya yang dapat digunakan untuk berkomunikasi, sementara tubuhnya tidak merespons.

Pistorius mulai mendapatkan kembali kesadarannya pada usia 16 tahun dan sepenuhnya sadar pada usia 19 tahun. Meskipun demikian, dia masih terjebak di dalam tubuhnya sendiri.

"Perasaan dingin, menyeramkan, membuat frustrasi, dan menakutkan, yang seolah mencekik setiap sel dalam tubuh Anda," katanya.

Pistorius mengibaratkannya seperti hantu yang menyaksikan hidup berjalan di depannya tanpa ada yang menyadari kehadirannya. Selama 12 tahun dalam keadaan terperangkap menyaksikan banyak peristiwa global penting, seperti kematian Putri Diana dan serangan 11 September.

Ghost Boy

"Namun, tak seorang pun menyadari bahwa saya juga terkejut, gembira, atau sedih seperti orang lain," ujar Pistorius.

Di sisi lain, keluarganya juga mengalami cobaan berat. Suatu ketika, ibunya yang tak menyadari bahwa Martin dapat mendengarnya, mengatakan dengan putus asa "Semoga kamu mati".

Meski hatinya hancur, Pistorius justru merasakan kasih dan belas kasih yang mendalam untuk ibunya. Ayahnya, meskipun penuh tantangan, tetap merawatnya setiap hari dengan penuh harapan. Perubahan besar dalam hidup Pistorius datang dari hal yang tak terduga yakni dari sebuah acara TV anak-anak Barney.

Ketika terpaksa menonton acara tersebut berulang kali di pusat perawatan, dia mulai memanfaatkan cahaya matahari di ruangan untuk melacak waktu, dan mulai menenangkan pikirannya.

Seiring waktu, Pistorius belajar untuk 'membingkai ulang' pikiran-pikiran gelapnya dan mulai pulih secara bertahap. Pada usia 26 tahun, dia telah memperoleh kembali kendali yang cukup untuk berkomunikasi menggunakan komputer, yang mengejutkan keluarganya.

"Ketika dia memperoleh alat untuk berkomunikasi, dia terus maju," kata ibunya, Joan Pistorius, kepada NPR.

Kemajuan Pistorius terus berlanjut saat dia mengejar gelar di bidang ilmu komputer, memulai perusahaan web, dan menulis memoarnya, Ghost Boy, yang diterbitkan pada 2011. Perjalanan hidup Pistorius mengalami perubahan besar saat ia bertemu Joanna, seorang pekerja sosial asal Afrika Selatan yang tinggal di Inggris.

Setelah berbulan-bulan saling mengirim email dan obrolan video, mereka bertemu dan jatuh cinta. Mereka menikah pada 2009 di Essex, Inggris. Kini, Martin dan Joanna menjalani kehidupan baru bersama putra mereka, Sebastian.

"Hidupku meliputi ketiganya (iman, harapan, dan kasih), dan aku tahu bahwa kasih adalah yang terbesar dari semuanya," tuturnya.

Perjalanan luar biasa Martin Pistorius adalah kisah tentang kekuatan, harapan, dan cinta yang tak terbatas, meski dalam kondisi yang paling menakutkan sekalipun.

(Leonardus Selwyn)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement