"Di vineyard, kami membudidayakan berbagai varietas anggur, mulai dari Muscat St. Vallier khas Bali hingga varietas internasional seperti Syrah, Chenin Blanc, dan beberapa lainnya, bekerja sama dengan petani lokal. Wujud dedikasi yang mendefinisikan komitmen kami tentang keunggulan dalam pembuatan wine,” imbuhnya.
Meski bisa dibilang pemain senior dan sudah survived hingga puluhan tahun, Rai tak menampik, ia merasa imej akan minuman wine lokal masih menjadi PR besar.
“Kalau soal tantangan terbesarnya, sepertinya di image ya. Imej akan wine lokal yang belum terlalu dipandang. Padahal orang asing, apalagi di Bali sini suka, lalu hotel-hotel bintang 5 juga pakai. Masyarakat kita belum terlalu teredukasi, masih kurang sosialisasi kalau kualitas wine lokal itu bagus,” pungkas Rai.
(Rizky Pradita Ananda)