Dasar pertimbangannya ialah Wisnuwardhana sudah meninggal pada tahun 1268 menurut versi Nagarakretagama, yang sering dianggap lebih valid daripada Pararaton. Hingga kini keberadaan benteng itupun masih menyisakan misteri.
Dikisahkan juga Wisnuwardhana pernah menumpas pemberontakan Sang Lingganing Pati di Mahibit, sebuah daerah di utara Canggu.
Pertahanan pemberontak berhasil ditembus oleh Mahişa Bungalan yang mungkin nama seorang punggawa Kerajaan Tumapel.
Pemberontakan Sang Lingganing Pati juga tercatat dalam Nagarakretagama, pada pupuh 41, bait 2, baris 3, yang berbunyi siranghilangaken duratmaka manama linggapati mati sirņa sahana, yang artinya beliau melenyapkan penjahat bernama Linggapati, mati musnah semuanya.
(Rizka Diputra)