Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Baik untuk Kesehatan Jiwa, Kemenparekraf Dukung Sound Healing sebagai Wellness Alternatif

Wiwie Heriyani , Jurnalis-Rabu, 24 Juli 2024 |11:12 WIB
Baik untuk Kesehatan Jiwa, Kemenparekraf Dukung <i>Sound Healing</i> sebagai <i>Wellness</i> Alternatif
Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: dok. Kemenparekraf)
A
A
A
Sementara Direktur Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan, Drg. Vensya Sitohang, M. Epid berujar bahwa berdasarkan data, tingkat usia remaja dan dewasa muda adalah kelompok yang paling rentan mengalami masalah kesehatan jiwa. Urutan kedua dari 10 penyakit yang menyebabkan disabilitas. 

"Padahal masalah kesehatan jiwa ini bisa dicegah," kata Vensya. 

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebagai regulator dari kesehatan jiwa sangat mendukung topik ini sebagai tindakan promotif dan preventif. Indonesia sebagai negara tujuan destinasi wellness tourism, sangat tepat mengambil topik sound healing dan memperkaya psycho therapy yang sudah dilakukan Indonesia. 

5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas Indonesia

"Kekayaan budaya kita cukup banyak yang perlu kita gali dan tentunya kita perkenalkan secara luas kepada negara-negara lain untuk tujuan yang sama dengan sound healing. Ada gamelan, angklung, di setiap daerah sepertinya ada (alat musik), dan nanti tentunya ini sebagai pelengkap dan melengkapi semakin banyaknya psycho therapy yang sudah ada," tuturnya.

Direktur Wisata Minat Khusus Kemenparekraf, Itok Parikesit menerangkan, pada pelaksanaan sound healing nantinya akan mengundang peserta 30 persen karyawan Kemenparekraf, kemudian 70 persen adalah gabungan dari Pemda DKI Jakarta, akademisi, asosiasi, komunitas olahraga, institusi kesehatan, termasuk institusi pendidikan di DKI Jakarta dan sekitarnya.

"Kegiatan ini sekaligus dapat mempromosikan wisata wellness dan mengimplementasikan #SehatdanBugarDiIndonesiaAja," ucap Itok. 

(Rizka Diputra)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement