BELUM lama ini viral seorang ibu warga Desa Bodas, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat yang sukses melahirkan lima bayi kembar sekaligus. Ibu bernama Nuraeni (32) tersebut melahirkan kelima bayi kembar itu dalam kondisi sehat. Empat berjenis kelamin perempuan, dan satu laki-laki.
Proses persalinannya melalui operasi caesar di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indramayu, pada Minggu 8 Juli 2024. Kabar kelahiran bayi kembar lima tersebut lantas sukses mencuri perhatian warganet.
Banyak yang dibuat takjub dengan kelahiran yang cukup langka itu. Tidak sedikit yang bertanya-tanya terkait risiko kelahiran lebih dari dua janin itu.
Lantas, apakah melahirkan lebih dari dua janin memiliki risiko? Apa saja itu? Berikut ulasannya, melansir dari berbagai sumber, Kamis (11/7/2024).
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari Primaya Hospital Bekasi Barat, dr. Christina Sitorus, SpOG mengatakan, bahwa kehamilan kembar atau lebih dari dua janin memiliki risiko enam kali lebih tinggi untuk persalinan prematur dibanding kehamilan tunggal.

Sehingga, salah satu tujuan atau target tata laksana dari kelahiran kembar adalah mengupayakan janin lahir sampai cukup bulan seperti pada kehamilan tunggal.
Risiko dari kehamilan bayi kembar atau lebih ini adalah jumlah janin pada kehamilan kembar berbanding lurus terhadap peningkatan risiko kehamilan ibu dan janin.
“Kehamilan kembar diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko pada ibu dan janinnya. Seperti risiko persalinan prematur, resiko janin dengan berat lahir rendah serta risiko janin dengan gangguan pertumbuhan,” ujar dr. Christina, melansir dari laman resmi Primaya Hospital.
Selain itu, kelahiran lebih dari dua janin juga memiliki risiko terhadap kondis preeklamsia, yakni komplikasi kehamilan berupa meningkatnya tekanan darah disertai protein berlebih dalam urine.
Preeklamsia biasanya disertai dengan gejala tertentu, seperti edema atau pembengkakan pada beberapa anggota tubuh, gangguan penglihatan, nyeri perut, hingga sesak napas.