“Karena pembatasan lalu lintas udara dan cuaca buruk, seperti maskapai penerbangan lain, kami harus membuat sejumlah perubahan kecil pada jadwal kami,” ungkap juru bicara British Airways.
“Kami tahu hal ini akan membuat pelanggan kami frustasi dan tim kami bekerja keras untuk membantu mereka mendapatkan penerbangan alternatif sesegera mungkin, dengan sebagian besar telah memesan layanan yang akan terbang hari ini,” tambahnya.
Ratusan penerbangan lainnya turut ditunda di wilayah Inggris dan Eropa. Di bandara terbesar ketiga dan keempat di Eropa, yaitu Manchester dan London Stansted, dilaporkan hanya terdapat satu pembatalan penerbangan di masing-masing bandara. Penerbangan tersebut merupakan layanan EasyJet ke Kopenhagen dan A-Jet ke Ankara.

Sementara maskapai lain, Ryanair, tidak mengalami pembatalan penerbangan di Inggris. Namun, maskapai itu mengecam penundaan yang terjadi akibat kurangnya staf kontrol lalu lintas udara yang berulang di seluruh Eropa. Ryanair menyebutnya sebagai penundaan yang tidak dapat diterima.
Maskapai ini memberikan pernyataan maafnya kepada penumpang atas penundaan yang disebabkan oleh kesalahan manajemen ATC.
“Layanan ATC, yang telah diuntungkan dengan tidak adanya gangguan akibat pemogokan ATC Prancis musim panas ini, terus berkinerja buruk (meskipun volume penerbangan 5 persen di bawah level tahun 2019) dengan 'kekurangan staf' yang berulang. Penundaan penerbangan berulang kali akibat kesalahan manajemen ATC tidak dapat diterima,” sebut pihak Ryanair.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.