Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Banyak Penerbangan Batal Imbas Cuaca Buruk, 10.000 Penumpang Telantar di Bandara

Janila Pinta , Jurnalis-Selasa, 09 Juli 2024 |08:37 WIB
Banyak Penerbangan Batal Imbas Cuaca Buruk, 10.000 Penumpang Telantar di Bandara
Penumpang menunggu jadwal penerbangan di bandara (Foto: Pexels/Anna Shvets)
A
A
A

CUACA buruk memicu banyak pembatalan penerbangan di Inggris. Akibatnya, ribuan penumpang telantar di bandara selama berjam-jam lantaran banyak penerbangan dari dan menuju Bandara Heathrow, London dibatalkan.

Baik pembatalan maupun penundaan dipicu oleh cuaca buruk di langit Eropa yang mengusik kontrol lalu lintas udara di wilayah tersebut.

Melansir The Independent, sebanyak 32 penerbangan jarak pendek dihentikan oleh dua maskapai terbesar di Inggris, yakni EasyJet di London Gatwick dan British Airways di London Heathrow. 

Beberapa di antara pembatalan EasyJet merupakan penerbangan dari dan ke Lanzarote, Budapest, Venesia, dan dua perjalanan pulang pergi ke Belfast Internasional dan Edinburgh.

British Airways sendiri membatalkan dua perjalanan pulang pergi ke Roma serta layanan lainnya, termasuk ke Naples, Barcelona, dan Larnaca di Siprus. 

Setidaknya ada 10.000 penumpang yang terdampak dari pembatalan dua maskapai tersebut. Penumpang mengeluh karena perusahaan tidak menyediakan alternatif dan kompensasi untuk mengganti kerugiannya.

4 Faktor Penyebab Pesawat Delay

"Membuat kami duduk di pesawat selama 3 jam lalu membatalkan penerbangan dan tidak memberi kami alternatif sama sekali adalah aib yang sangat besar! Liburan keluarga dibatalkan, sekarang tidak diragukan lagi saya harus berjuang mati-matian untuk mendapatkan kembali uang saya dan kompensasi!" tulis seorang penumpang di platform X, Tom McCarthy.

Tampaknya maskapai enggan memberikan kompensasi kepada penumpang. EasyJet memberikan pernyataan dan permohonan maafnya atas ketidaknyamanan tersebut. Namun, maskapai itu mengatakan bahwa gangguan tersebut di luar kendali mereka karena pembatalan yang disebabkan oleh pembatasan kontrol lalu lintas udara.

Peraturan hak penumpang udara di Eropa menjelaskan bahwa maskapai harus menyediakan akomodasi, makanan, dan penerbangan alternatif secepat mungkin. Namun, maskapai juga dapat menghindari kompensasi apabila mampu membuktikan penyebab pembatalan atau penundaan berada di luar kendali maskapai.

 

Sementara itu, British Airways juga menyampaikan latar belakang pembatalan yang serupa. BA mengaku harus menyusun sejumlah perubahan kecil karena pembatasan lalu lintas udara dan cuaca buruk yang melanda. Maskapai tersebut mengupayakan yang terbaik agar penumpang mendapat penerbangan alternatif.

“Karena pembatasan lalu lintas udara dan cuaca buruk, seperti maskapai penerbangan lain, kami harus membuat sejumlah perubahan kecil pada jadwal kami,” ungkap juru bicara British Airways.

“Kami tahu hal ini akan membuat pelanggan kami frustasi dan tim kami bekerja keras untuk membantu mereka mendapatkan penerbangan alternatif sesegera mungkin, dengan sebagian besar telah memesan layanan yang akan terbang hari ini,” tambahnya.

Ratusan penerbangan lainnya turut ditunda di wilayah Inggris dan Eropa. Di bandara terbesar ketiga dan keempat di Eropa, yaitu Manchester dan London Stansted, dilaporkan hanya terdapat satu pembatalan penerbangan di masing-masing bandara. Penerbangan tersebut merupakan layanan EasyJet ke Kopenhagen dan A-Jet ke Ankara.

Daftar 10 Bandara Tersibuk di Dunia

Sementara maskapai lain, Ryanair, tidak mengalami pembatalan penerbangan di Inggris. Namun, maskapai itu mengecam penundaan yang terjadi akibat kurangnya staf kontrol lalu lintas udara yang berulang di seluruh Eropa. Ryanair menyebutnya sebagai penundaan yang tidak dapat diterima. 

Maskapai ini memberikan pernyataan maafnya kepada penumpang atas penundaan yang disebabkan oleh kesalahan manajemen ATC.

“Layanan ATC, yang telah diuntungkan dengan tidak adanya gangguan akibat pemogokan ATC Prancis musim panas ini, terus berkinerja buruk (meskipun volume penerbangan 5 persen di bawah level tahun 2019) dengan 'kekurangan staf' yang berulang. Penundaan penerbangan berulang kali akibat kesalahan manajemen ATC tidak dapat diterima,” sebut pihak Ryanair.
 

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement