JAKARTA - Kutu air, kadas atau kurap, dan panu bukan penyakit yang asing didengar. Penyakit kulit yang disebabkan adanya infeksi jamur ini dapat menimbulkan rasa gatal. Bahkan terkadang terasa perih yang mengganggu aktivitas dan menyebabkan rasa tidak nyaman.
Tak hanya itu, kepercayaan diri juga bisa menurun. Sebab, infeksi jamur ini dapat ditandai dengan adanya ruam atau bercak yang muncul di kulit. Biasanya, berada pada area kulit yang lembap, seperti di lipatan kulit dan tidak menutup kemungkinan akan muncul di permukaan kulit yang terlihat.
Untuk mengatasinya, Anda bisa menggunakan obat jamur yang ada di apotek. Pilih obat yang sesuai dengan jenis jamur penyebab infeksi. Lantaran, masalah kesehatan kulit ini umumnya disebabkan oleh beberapa jenis jamur. Perlu diingat apabila infeksi jamur tidak kunjung reda setelah pemakaian, ada baiknya untuk segera ke dokter. Berikut beberapa rekomendasinya.
1. Kalpanax Krim
Kalpanax Krim menjadi salah satu obat atasi jamur yang bisa dibeli di apotek tanpa resep dokter. Mengandung miconazole nitrate, Kalpanax Krim dapat mengatasi infeksi jamur, seperti panu, kutu air, dan kurap. Dengan kandungannya tersebut, pertumbuhan jamur akan teratasi dan mati, infeksi jamur pun akan mereda.
Obat antijamur ini tersedia dalam ukuran 5 gram dan 10 gram, sehingga Anda bisa membelinya sesuai dengan kebutuhan. Cara pakainya, oleskan pada area yang terinfeksi jamur dua kali sehari selama 2-6 minggu secara teratur. Setelah gejala infeksi menghilang, dianjurkan untuk tetap digunakan selama 10 hari. Tenang, Kalpanax Krim tidak lengket dan memiliki aroma bunga melati yang nyaman saat digunakan.