Dokter Tunggul juga kembali menegaskan, bahwa pada dasarnya, tekanan darah yang berkaitan dengan marah dan stres bisa sangat dramatis. Namun, ketika amarah dan stres hilang, tekanan darah akan kembali normal.
Karena itu, marah tidak bisa menjadi tolak ukur seseorang didiagnosa hipertensi. Pasalnya, banyak kriteria khusus yang membuat seseorang bisa dikatakan mengidap penyakit darah tinggi tersebut.
“Mendapatkan diagnosis hipertensi ada kriterianya,” katanya.
(Leonardus Selwyn)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.