KONDOM selama ini mungkin selalu dikaitkan sebagai alat kontrasepsi yang kerap digunakan untuk mencegah kehamilan saat berhubungan seksual.
Namun, mungkin belum banyak yang mengetahui bahwa kondom kerap dimanfaatkan para pendaki gunung dalam beberapa kondisi darurat.
Meski belum banyak orang tahu, namun sudah banyak dari kalangan pendaki yang kerap memanfaatkan kondom dalam keadaan darurat mereka saat mendaki.
Salah satunya, seperti yang diungkapkan salah seorang pendaki pria melalui kanal YouTube-nya, Cito Adventure Madiun.
Dalam klipnya, ia membagikan beberapa informasi terkait pemanfaatan kondom yang kerap digunakan para pendaki dalam keadaan darurat.

Salah satunya, yakni berfungsi sebagai wadah penampung urine. Menurutnya, kondom bisa menjadi alternatif selain botol, saat mereka harus buang air kecil saat tengah menempuh jalur pendakian.
“Misalnya saat kita lupa bawa botol, ketinggalan, ini bisa dimanfaatkan sebagai wadah (kencing) untuk pengganti botol,” ujar pria tersebut.
“Dan lumayan bisa nampung banyak karena dia elastis atau melar. Tapi inget ya, dipakai dalam keadaan darurat aja kalau memang benar-benar enggak ada atau enggak nemu botol,” lanjutnya.
Tak hanya bisa dimanfaatkan sebagai penampung urine untuk buang air kecil, kondom juga kerap dimanfaatkan para pendaki sebagai tempat penyimpanan sekaligus pelindung baterai kamera hingga ponsel mereka.
Pasalnya, saat mendaki hingga puncak gunung, suhu akan sangat dingin dan lembab sehingga bisa mengganggu fungsi baterai hingga ponsel.
Karena itu, kondom yang terbuat dari bahan lateks dinilai efektif untuk menjaga baterai hingga ponsel dari suhu dingin dan kelembaban udara.
“Yang kedua, ini juga bisa digunain untuk penyimpanan baterai. Karena kondom sendiri terbuat dari bahan lateks yang dapat melindungi baterai dari kelembapan udara,” paparnya.
Selain itu lanjut dia, kondom yang terbuat dari lateks yang cukup kuat rupanya juga bisa digunakan menjadi tali darurat ketika tas carrier para pendaki mendadak putus.
Mengingat, para pendaki kerap membawa barang yang cukup banyak di tas mereka, sehingga kemungkinan tali tas putus bisa terjadi kapan saja.

Bahkan, saking kuatnya, bahan lateks pada kondom tersebut disebut-sebut bisa mengangkat beban hingga sekitar 40 kg.
"Fungsi ketiga, biasanya kita kalau bawa tas gunung kan suka berat banget ya, ada kemungkinan tali tas bisa putus," bebernya.
“Nah ini bisa kita bisa gunain buat tali darurat karena kondom ini cukup kuat ya untuk mengangkat beban sampai sekitar 40 kg,” tutup pria itu.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.