Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pria Mendadak Terkapar saat Main Badminton, Ini Kata Dokter Jantung

Devi Pattricia , Jurnalis-Minggu, 05 Mei 2024 |15:00 WIB
Pria Mendadak Terkapar saat Main Badminton, Ini Kata Dokter Jantung
Terkapar saat main badminton, (Foto: Instagram @consultan_car)
A
A
A

BADMINTON jadi salah satu jenis olahraga favorit dan banyak dimainkan oleh masyarakat Indonesia. Olahraga satu ini memang menyenangkan, apalagi dilakukan dengan teman-teman terdekat.

Namun bagi orang-orang dengan usia lanjut, olahraga badminton tidak disarankan karena bisa berakibat buruk bagi kesehatan. Belum lama ini media sosial diramaikan dengan video yang diunggah akun @consultan_car, memperlihatkan sekelompok pria dengan perkiraan usia di atas 50 tahun sedang asik bermain badminton.

 BACA JUGA:

Terlihat pria-pria paruh baya tersebut bermain dengan kategori ganda putra. Awalnya mereka tampak saling mengejar bola dan memukulnya ke arah lawan. Namun semakin lama, semakin seru dan masing-masing tim tampak tak ingin ketinggalan angka. Tiba-tiba, ketika seorang pria berbaju merah dan kuning hendak bersiap-siap menjaga pukulan dari lawan, ia seketika terkapar di lapangan dan langsung terjatuh ke arah belakang.

 BACA JUGA:

Menanggapi kejadian tersebut, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Intervensi Jantung, dr. Bobby Arfhan Anwar SpJP(K) menjelaskan bahwa beberapa olahraga tipe kompetisi memang secara medis, tidak disarankan untuk kelompok usia 50 tahun ke atas.

Beberapa olahraga yang tidak direkomendasikan untuk dilakukan oleh kelompok usia lanjut yaitu badminton, sepak bola, basket dan voli.

“Olahraga kompetisi seperti badminton, sepak bola, basket dan voli tidak direkomendasikan pada orang-orang yang sudah usia 50 tahun ke atas,” jelas dr. Bobby, dikutip dari Instagram @dr.bobbyjantung, Minggu (5/5/2024).

Olahraga tersebut tergolong berat untuk usia paruh baya dan lansia. Selain itu, badminton bisa mempercepat aliran darah ke jantung, sehingga membuat kinerja jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh menjadi lebih berat.

Apalagi jika bermain badminton seperti pertandingan sungguhan, maka kecepatan dan ketangkasan sangat diutamakan. Dalam penjelasannya, Dr. Bobby juga tidak menyarankan para pengidap hipertensi, diabetes, dan perokok aktif di atas usia 40 tahun untuk melakukan olahraga badminton, karena bisa memicu serangan jantung hingga stroke.

“Ini juga tidak direkomendasikan untuk pasien hipertensi, diabetes, perokok yang sudah di atas usia 40 tahun, karena bisa menjadi pemicu serangan jantung dan stroke,” ujarnya.

Maka dari itu, dr. Bobby merekomendasikan beberapa olahraga yang bisa dilakukan orang di atas usia 50 tahun yaitu jalan kaki, sepeda ringan, dan berenang santai dalam waktu 30 menit setiap harinya.

“Jika sudah seusia ini olahraga yg dianjurkan jalan kaki, sepeda santai, berenang santai saja 30 menit per hari,” tegas dr. Bobby.

(Rizky Pradita Ananda)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement