KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) seniman tari melalui bimbingan teknis (bimtek) tari Gitek Balen.
Bimtek tersebut digelar di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat akhir pekan lalu.
Melalui bimbingan ini, para seniman tari diharapkan menerima pemahaman mendalam tentang kelincahan penari yang selalu dinamik tergambarkan pada pola gerak dan irama musik.
"Kami yakin, dengan peningkatan keterampilan tari, para pelaku ekonomi kreatif di Kota Jakarta dan sekitarnya akan lebih mampu memperluas jangkauan pasar, serta dapat mendorong perekonomian nasional," ungkap Sandi, mengutip laman Kemenparekraf.
(Foto: dok. Kemenparekraf)
Sementara, Direktur SDM Ekraf Kemenparekraf, Fahmi Akmal berujar bahwa seni tari merupakan bagian dari subsektor ekonomi kreatif yang cukup menonjol di Indonesia yang terkenal dengan keanekaragaman tradisi dan budayanya.
Selain itu, ekonomi kreatif merupakan salah satu potensi pendukung ekonomi Indonesia dengan sumber daya yang tak terbatas, karena bersumber pada intelektualitas (IP) yang berbasis pada nilai tambah.
"Hal ini menjadi penting bagi para pelaku ekraf sebagai ‘nilai tambah’ dalam mengasah kemampuan dan keterampilan," kata Fahmi.