Dalam 30 menit penggunaan, vape dapat meningkatkan adrenalin, menyebabkan peningkatan tekanan darah dan detak jantung, yang berarti risiko serangan jantung lebih tinggi.
Gejala lainnya juga diungkap oleh Adam. Adam menjelaskan gagal jantung merupakan kondisi di mana jantung tidak bekerja secara optimal untuk memompa darah ke seluruh tubuh.
“Gejalanya antara lain sesak napas, sesak banget. Bahkan ganti baju aja sesak. Jantung berdebar-debar hingg kakinya bengkak,” kata Adam.
Sementara itu, vape juga sering kali dianggap sebagai pengganti dan tak lebih berbahaya dari rokok. Padahal, Medical News Today melaporkan 2020, mencakup 183 penelitian sebelumnya, para peneliti menemukan bahwa vaping memiliki kaitan dengan faktor risiko penyakit jantung yakni kerusakan pada jaringan, sel, dan organ detak jantung yang tinggi, arteri yang lebih kaku hingga tekanan darah lebih tinggi. Pengguna vape juga memiliki risiko lebih tinggi terkena fibrilasi atrium dan serangan jantung.
(Leonardus Selwyn)