"Kita juga menjual produk rajutan Erwela dengan cara menitipkan kepada kios atau tempat berjualan warga. Perputaran memang tidak cepat namun ada saja barang yang laku terjual setiap pekannya," tuturnya.
Untuk menambah modal, Klaster Erwela mengaku belum memanfaatkan produk Kredit Usaha Rakyat (KUR) milik Bank BRI. "Niat ada, namun kami belum berani mengambil karena harus ada nama yang bertanggung jawab, tidak bisa mengatasnamakan kelompok. Makannya saat ini kita masih mengandalkan uang kas yang tidak besar," kisah Heni dalam kesempatan sama.
Heni mengaku, sedang menjajakan kerjasama dengan sejumlah pihak untuk bisa menampung dan menyalurkan barang hasil produksi Erwela. "Ada kawan di wilayah Kepulauan Seribu yang mau kerjasama, namun semua masih penjajakan," paparnya.
(Kemas Irawan Nurrachman)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.