Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Pusar yang Berbau

Firly Aghisty Cahyarani , Jurnalis-Jum'at, 19 April 2024 |14:55 WIB
Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Pusar yang Berbau
Kenali penyebab dan cara mengatasi pusar berbau. (Foto: Freepik.com)
A
A
A

KENALI penyebab dan cara mengatasi pusar yang berbau menarik untuk diulas. Pusar adalah bagian tubuh yang sering diabaikan dalam rutinitas kebersihan. Padahal, sebenarnya pusar merupakan tempat yang bisa menjadi sarang bakteri dan kotoran.

Ketika tidak dibersihkan secara teratur, maka area pada pusar ini bisa menjadi sumber bau yang tidak sedap. Kondisi ini juga dapat menjadi situasi yang sangat mengganggu kenyamanan serta rasa percaya diri mereka.

Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan kebersihan pusar sebagai bagian dari rutinitas perawatan diri. Melansir dari beberapa sumber Jumat (19/4/2024), berikut adalah penyebab dan cara mengatasi pusar yang berbau.

1. Kotoran dan keringat

Kotoran dan keringat dapat menumpuk di pusar, terutama jika Anda tidak membersihkannya secara teratur. Kotoran dan keringat ini dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri, yang dapat menghasilkan bau tak sedap.

pusar

2. Infeksi

Infeksi pada pusar juga dapat menyebabkan bau tak sedap. Infeksi ini dapat disebabkan oleh bakteri, jamur, atau virus. Infeksi pusar biasanya disertai dengan gejala lain, seperti kemerahan, bengkak, nyeri, dan keluar nanah.

3. Kondisi kulit

Beberapa kondisi kulit, seperti eksim dan psoriasis, dapat menyebabkan kulit di pusar menjadi kering, retak, dan gatal. Hal ini dapat membuat bakteri lebih mudah masuk dan menyebabkan bau tak sedap.

4. Tindik pusar

Tindik pusar dapat meningkatkan risiko infeksi dan bau tak sedap. Infeksi pada tindik pusar ini dapat menyebabkan kemerahan, bengkak, nyeri, dan keluar nanah.

5. Obesitas

Orang yang mengalami obesitas lebih rentan mengalami bau pusar karena lipatan kulit di pusar lebih banyak. Lipatan kulit ini dapat menjebak kotoran dan keringat, yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement