Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kulit Warga Batam Alami Iritasi Diduga Akibat Paparan Debu PVC Pabrik, Ini Tanggapan Ahli

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Selasa, 16 April 2024 |16:03 WIB
Kulit Warga Batam Alami Iritasi Diduga Akibat Paparan Debu PVC Pabrik, Ini Tanggapan Ahli
Warga alami iritasi kulit akibat terpapar material PVC. (Foto: YouTube.com)
A
A
A

WARGA Batam, tepatnya mereka yang menetap di belakang kawasan industri Latrade, wilayah Tanjung Uncang, dilaporkan mengalami iritasi kulit. Dugaan mengarah pada paparan material PVC atau polivinil klorida pabrik yang terbang ke pemukiman warga.

Menurut laporan kantor berita lokal setempat, debu sisa olahan material PVC dari pabrik masuk hingga ke dalam rumah dan menyebabkan masyarakat diserang penyakit gatal-gatal.

Sejumlah warga memperlihatkan juga kondisi kulit kakinya yang memperlihatkan perubahan bentuk dan warna kulit. Gejala dari iritasi itu dilaporkan gatal-gatal dan kerap kambuh.

Tak hanya satu orang, beberapa warga di lokasi kejadian juga mengeluhkan gatal-gatal. Bahkan, sampai harus meminum obat gatal untuk meredakan gejala. Menjadi pertanyaan sekarang, bagaimana material PVC yang terbang dari pabrik menyebabkan reaksi gatal-gatal di kulit?

Iritasi kulit

Ahli Kesehatan Lingkungan Dicky Budiman menjelaskan bahwa PVC yang dipanaskan atau diolah, lalu partikelnya terbang menyentuh langsung ke kulit manusia, dapat menyebabkan masalah kesehatan.

"Pada praktiknya, beberapa industri menggunakan PVC untuk keperluan pembuatan kemasan, pipa, hingga mainan. PVC tersebut dipanaskan dan mengeluarkan uap dan gas yang bisa berbahaya bagi manusia," tutur Dicky saat dihubungi MNC Portal, Selasa (16/4/2024).

"Uap dan gas yang dihasilkan dari pembakaran PVC ini seperti klorin dan hidrogen klorida, yang mana itu berbahaya bagi kesehatan manusia," katanya.

Dicky melanjutkan paparan uap dan gas ini bisa menyebabkan iritasi saluran napas. Tak hanya itu, jika langsung kontak dengan manusia, dapat menyebabkan batuk, sesak napas, ataupun masalah pernapasan lain. Bahkan, masalah kulit juga bisa terjadi.

"Uap dan gas dari hasil pembakaran PVC jika kontak ke kulit dapat menyebabkan iritasi kulit, dermatitis kontak, atau reaksi alergi, terutama jika kontak dengan PCV dalam bentuk mentah atau belum diolah," kata Dicky Budiman.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement