Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Pneumotoraks, Penyakit yang Sebaban Winter Aespa Jalani Operasi

Devi Pattricia , Jurnalis-Sabtu, 13 April 2024 |15:00 WIB
Mengenal Pneumotoraks, Penyakit yang Sebaban Winter Aespa Jalani Operasi
Mengenal pneumotoraks yang dialami Winter Aespa. (Foto: Freepik.com)
A
A
A

WINTER Aespa belum lama ini telah menjalankan operasi pneumotoraks pada 11 April 2024 yang lalu. Dia menjalankan prosedur tersebut akibat paru-parunya kolaps.

Sebelum kabar mengejutkan tersebut beredar, Winter sempat tampil bersama dengan Aespa di salah satu acara musik di Jepang. Setelah itu dia melangsungkan operasi dan membutuhkan waktu pemulihan selama dua bulan.

Lantas, apa itu penyakit pneumotoraks yang diidap Winter Aespa?

Melansir Cleveland Clinic, Sabtu (13/4/2024), pneumotorak merupakan sebuah kondisi ketika ada udara di ruang antara dinding dada dan paru-paru (ruang pleura). Udara di rongga pleura dapat menumpuk dan menekan paru-paru Anda, sehingga menyebabkan paru-paru kolaps sebagian atau seluruhnya.

Pneumotoraks

Oleh karena itulah penyakit ini disebut juga dengan paru-paru kolaps. Pneumotoraks ini juga terbagi kedalam dua jenis, yaitu pneumotoraks spontan dan traumatis. Pneumotoraks spontan biasanya terjadi ketika paru-paru yang kolaps tanpa adanya cedera. Bisa jadi karena penyakit paru-paru bawaan.

Sementara itu, pneumotoraks traumatis umumnya terjadi lantaran adanya cedera dan prosedur medis lainnya yang bisa membuat paru-paru kolaps. Beberapa gejala yang muncul biasanya ditandai dengan nyeri dada di satu sisi, terutama saat mengambil napas, batuk, nafas cepat, detak jantung cepat, dan juga kelelahan.

Tak cuma itu, pneumotoraks juga biasanya disertai dengan sesak napas (dispnea), serta kulit, bibir atau kuku kebiruan (sianosis). Terdapat beberapa hal yang bisa memicu pneumotoraks, seperti memiliki permasalahan paru-paru seperti asma, radang paru-paru, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), penyakit pembuluh darah kolagen, fibrosis kistik, dan penyakit paru lainnya.

Sementara itu, beberapa faktor eksternal seperti trauma benda tumpul, luka tembak, luka tusuk, hingga prosedur medis, seperti blok saraf juga bisa memicu terjadinya pneumotoraks.

(Leonardus Selwyn)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement