KEPALA Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa anak-anak di Gaza saat ini kondisinya semakin memprihatinkan karena kekurangan gizi. Maka dari itu, perluasan penyebrangan darat pengiriman bantuan ke Gaza dilakukan untuk membantu mencegah kelaparan di daerah kantong Palestina yang padat penduduk.
“Upaya terbaru untuk mengirimkan makanan melalui udara dan laut disambut baik, tetapi hanya perluasan penyeberangan darat yang akan memungkinkan pengiriman skala besar untuk mencegah kelaparan," kata Tedros, dikutip dalam laman Al Jazeera, Selasa (2/4/2024).
Menurutnya, karena efek malnutrisi dan penyakit yang dialami itu semua akibat kurangnya air dan sanitasi yang memadai. Untuk itu, jika tidak diatasi memungkinkan masa depan seluruh generasi yang berada di sana dalam bahaya serius.

“Sekali lagi, kami meminta Israel untuk membuka lebih banyak penyeberangan dan mempercepat masuknya dan pengiriman air, makanan, pasokan medis, dan bantuan kemanusiaan lainnya ke dalam dan di dalam Gaza,” ucap Tedros.
Disisi lain, meskipun negara-negara seperti Yordania dan Amerika Serikat telah mengirimkan bantuan udara di sepanjang garis pantai Jalur Gaza yang terkepung, tetapi ternyata metode tersebut terbukti mahal dan tidak efektif dilakukan.
Beberapa diantara mereka justru tewas setelah parasut persediaan gagal dibuka. Alhasil palet menabrak kerumunan orang yang menunggu makanan di utara Kamp pengungsi Shati Kota Gaza.