Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tanggapi Poster Film Kiblat yang Tuai Kontroversi, Sandiaga: Film Harusnya Bukan Menjauhkan Agama

Nurul Amanah , Jurnalis-Senin, 01 April 2024 |07:45 WIB
Tanggapi Poster Film Kiblat yang Tuai Kontroversi, Sandiaga: Film Harusnya Bukan Menjauhkan Agama
Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: dok. Kemenparekraf)
A
A
A

FILM Indonesia bergenre horor yang mengangkat tema religi belakangan ini tengah menjadi sorotan publik.

Hal tersebut bermula dari kemunculan poster dan film Kiblat yang dituding mengarah kepada eksploitasi agama karena menunjukkan adegan yang membuat masyarakat jadi takut untuk beribadah.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno pun memberikan tanggapannya terkait fenomena ini. Menurutnya, film horor memang masih menjadi primadona di Indonesia.

Seharusnya, film horor yang beredar justru menjadi pengingat untuk mempersiapkan diri dengan kehidupan di akhirat, bukan malah menjaukan dari agama.

"Jadi film horor ini menurut saya secara psikologis akan tetap laku di Indonesia tapi mestinya bukan malah menjauhkan kita dari agama tapi film horor ini justru mengingatkan kita kepada kehidupan setelah dunia ini, yaitu kita harus mempersiapkan untuk akhirat nanti," kata dia, seperti dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @sandiuno, Senin (1/4/2024).

Poster Film Kiblat

(Foto: Instagram/@moviezy.id)

Ia pun menangkap sinyal bahwa film horor begitu digemari karena menimbulkan perasaan dalam diri untuk melawan rasa takut, bukan justru tenggelam dalam perasaan takut tersebut.

"Saya selalu ingin tahu, kenapa film horor itu sangat disukai. Ternyata film horor itu sangat disukai karena ada keinginan dalam diri kita untuk mengatasi rasa takut kita dan nonton film horor itu adalah rasa takut tapi yang terkontrol, karena kita tahu durasinya dua jam kita ditakut-takuti, kita tahu di kanan-kiri ada orang yang menemani di bioskop," tambahnya.

Dalam keterangan unggahan di akun Instagram pribadinya, Sandi juga menyebut bahwa film horor akan selalu memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat saking populernya. Dia pun menegaskan bahwa film horor seharusnya sebagai pengingat akan adanya kehidupan di akhirat.

"Kalau Korea punya drakor, Indonesia punya drahor, drama horor! Film horor memiliki daya tarik yang kuat bagi masyarakat Indonesia. Prinsipnya bukan untuk berdampak pada jauhnya rasa spiritual akan tetapi justru menjadi pengingat kita dengan dunia setelah ini," ungkapnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement