Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gagal Jadi Polisi, Albetrianto Sukses Jadi Agen BRILink dan Usaha Fotokopi

Tuty Ocktaviany , Jurnalis-Sabtu, 30 Maret 2024 |16:11 WIB
Gagal Jadi Polisi, Albetrianto Sukses Jadi Agen BRILink dan Usaha Fotokopi
Albetrianto sukses menjadi Agen BRILink dan usaha fotokopi. (Foto: Tuty Ocktaviany/Okezone.com)
A
A
A

Untuk menyambung hidup, Albet menjajal menjadi sopir angkot. Harapannya, uang yang didapat bisa buat makan. Itu berlangsung selama enam bulan.

“Saya lalu ikut kakak ipar menjalankan usaha fotokopi sekalian belajar. Selama empat bulan, saya belajar banyak. Baru kemudian saya buka sendiri. Usaha ini tidak begitu repot,” katanya.

Akhirnya Albet mencari tempat yang bisa dipakai untuk usaha fotokopi. Tempatnya memang tidak luas, namun ramai. Lokasinya dekat dengan kos-kos mahasiswa Trisakti dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

“Berkat usaha fotokopi, saya bisa membeli toko di kawasan Cengkareng. Tokonya saya kontrakin,” ucapnya.

Lambat laun usahanya berkembang, namun Albet merasa tokonya sempit sehingga membuat karyawannya tidak betah. Dia lalu memutuskan pindah ke tempat yang lebih luas.

“Ada pelanggan fotokopi yang menawarkan tempatnya kosong. Dulu bekas butik. Saya pindah ke sini 2015 dan bertahan sampai sekarang. Tempat ini masih masih kontrak,” katanya.

Setahun menjalankan usaha fotokopi dan alat tulis kantor (ATK), Albet mulai menjadi mitra PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dengan menjadi Agen BRILink.

Agen BRILinkAlbetrianto, pemilik Toko Photocopy & ATK Para Mande. (Foto: Tuty Ocktaviany)

“Setahun di sini, saya ditawari menjadi Agen BRILink. Manfaatnya banyak, bisa melayani orang melakukan transaksi ke semua bank. Bisa bayar cicilan dan angsuran, listrik dan beli pulsa juga,” ucapnya.

Selama delapan tahun menjadi Agen BRILink, Albet mengaku tidak hanya mendapatkan keuntungan dari sisi materi. Menurutnya, setiap bulan bisa mendapatkan keuntungan yang sama dari Agen BRILink seperti usaha fotokopi dan ATK.

Albet bersyukur atas pencapaiannya sekarang dan ingin membahagiakan orangtua. Sosok ibu menjadi inspirasinya.

“Sosok ibu di mata saya sebagai panutan. Saya nangis. Susah, ngomongnya. Nangis saya. Ibu inspirasi saya,” ucap Albet menangis ingat sosok ibu di kampung.

Albet cerita, sang ibu saat ini tinggal sendiri di Padang Pariaman. Ayahnya sudah meninggal setahun lalu. “Saya dekat sama ibu. Ibu pernah ke Jakarta dan bangga melihat saya,” katanya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement