Maka dari itu, dr Saddam menyarankan agar masyarakat lebih memilih konsumsi minuman hangat ketika berbuka puasa. Karena selain aman di perut, konsumsi air hangat juga minim dampak kesehatan yang ditimbulkan.
Namun, apabila masyarakat ingin mengkonsumsi minuman hangat dalam keadaan manis kondisi ini tetap diperbolehkan, asalkan tidak berlebihan.
Disamping itu, akan lebih baik lagi apabila kandungan manis itu digantikan dengan buah-buahan segar tang tidak kalah manis.
“Minuman manis memang bisa mengembalikan energi dengan cepat tapi jangan berlebihan. Memang disarankan minum air hangat dan manis itu boleh-boleh saja tetapi jumlahnya tidak boleh berlebihan. Akan lebih baik jika meminum air hangat lalu dilanjutkan makan buah-buahan, karena buah-buahan mengandung manis alami untuk tubuh,” tuturnya.
(Leonardus Selwyn)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.