Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Baru Ada di Surabaya, Okie Agustina Pilih Lasik Presbyond Untuk Bebas Mata Plus Minus Silinder

Fitria Dwi Astuti , Jurnalis-Sabtu, 16 Maret 2024 |10:25 WIB
Baru Ada di Surabaya, Okie Agustina Pilih Lasik Presbyond Untuk Bebas Mata Plus Minus Silinder
Pre Lasik: Saat Oki Agustina melakukan Pre Lasik di NEC Surabaya sebelum tindakan Presbyond (Foto: NEC Surabaya)
A
A
A

JAKARTA-Setelah 20 tahun lebih Okie Agustina menderita Mata Minus, silinder, dan plus, akhirnya Okie Agustina terbebas dari kacamata. Okie Agustina memilih tindakan Presbyond yang ia lakukan di National Eye Center Surabaya Februari lalu, dan kontrol H+7, hingga H+30 baru-baru ini menunjukan penglihatan yang optimal tanpa kacamata. Apa sebenarnya teknologi Presbyond yang dipilih Okie Agustina ini?

Saat ini, teknologi PRESBYOND ini baru ada di Surabaya. Salah satunya di National Eye Center Surabaya (Jl. Dr. Ir. Soekarno No.41 Surabaya (Sebrang Kampus C UNAIR).

Dokter Spesialis Mata dr. Ruchyta Ranti menjelaskan, Presbyond atau yang kerap dikenal dengan alternatif LASIK Mata Plus (Presbiopi) ini memang metode khusus untuk penderita Presbiopi (mata tua).

“Karena kalau Lasik (ZEISS SMILE dan FEMTO LASIK) itu bisa bebas kacamata jarak jauh saja saja, kalau Presbyond bisa sekaligus membantu penglihatan jarak dekat atau mata plus (Presbiopi),” ucapnya.

Dia menjelaskan Presbyond memiliki teknik yang sama seperti lasik dengan menggunakan laser dan fungsinya sama yaitu membentuk kembali Kornea dan mengikis untuk mengoreksi minus mata. Presbyond dilakukan pada 2 mata dengan fungsi yang berbeda, mata yang satu akan dibuat dapat melihat jarak jauh dan mata satunya dibuat dapat melihat jarak dekat. Presbyond hanya dilakukan pada penderita presbiopi atau mata tua bukan penyakit katarak.

“Jadi pasien bisa melihat dengan baik tanpa kacamata, baik di jarak dekat, menengah, dan jauh,” tuturnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement