MAKANAN pedas kerap menjadi santapan berbuka favorit umat muslim di Indonesia. Salah satu makanan pedas yang paling sering disantap masyarakat Indonesia saat berbuka puasa adalah gorengan yang dicocol dengan sambal atau cabai rawit.
Lantas, apakah aman mengonsumsi makanan pedas seperti dengan campuran cabai rawit atau sambal saat berbuka puasa? Berikut ulasannya, dilansir dari berbagai sumber, Jumat, (15/3/2024).
Bagi penggemar makanan pedas, menambahkan sensasi pedas pada makanan memang dapat memperkaya cita rasa dan menambah nafsu makan. Selain itu, sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Appetite menunjukkan bahwa kandungan capsaicin pada makanan pedas dapat membantu meningkatkan energi yang dikeluarkan tubuh dan membantu mengendalikan berat badan.
Namun, menurut ahli nutrisi di Dubai Health Authority, saluran pencernaan saat berpuasa sangat sensitif terhadap makanan pedas, sehingga dapat menimbulkan gangguan pencernaan dan mengganggu puasa Anda. Akan tetapi, efek yang sama pada setiap orang dapat bervariasi tergantung pada seberapa banyak makanan pedas yang dimakan dan tingkat sensitivitas pencernaan masing-masing individu.
Selanjutnya, mengonsumsi makanan pedas yang terlalu banyak dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada perut seperti sakit dan sensasi panas. Apalagi jika Anda memiliki riwayat penyakit pencernaan seperti dispepsia (maag) atau radang usus, makan makanan yang sangat pedas dapat memicu gejala kambuhnya penyakit tersebut.
Selain itu, saat puasa, lambung tidak mendapatkan asupan yang dapat diolah, sehingga mencoba menekan asam yang berguna mengolah makanan yang masuk. Namun saat berbuka puasa, seseorang umumnya akan langsung makan dalam porsi yang banyak.
Hal tersebut membuat tubuh memproduksi asam lambung yang terlalu banyak dan menimbulkan kekambuhan pada gangguan di organ tersebut. Jika konsumsi makanan yang masuk terbilang pedas, cabai mengandung zat capsaicin yang dapat memicu terjadinya iritasi lambung dan saraf lambung, sehingga nyeri pada ulu hati terjadi.