Menurut Angger, secara material kardus ini memiliki nilai berkelanjutan yang apabila diolah dengan pendekatan desain kreatif dan inovatif dapat menjadi kreasi unik dan solutif yang bernilai tinggi.
“Materialnya sendiri sudah sustainable, kenapa nggak secara produk juga bisa menjadi sirkular, muter terus. Bisa jadi dekorasi yang unik, bisa dibentuk apa saja, dan nilai plusnya lagi bobotnya ringan jadi memudahkan pengiriman lintas negara, sehingga jangkauannya luas,” jelas Angger.

(Foto: dok. Kemenparekraf)
Dekorasi dan instalasi yang dihasilkan Dus Duk Duk pun mendapat respons positif dari berbagai pihak pada dua pameran internasional tersebut lantaran material yang digunakan bukan bahan yang biasa.
Pada umumnya, bahan yang digunakan berupa triplek kayu atau styrofoam, di mana material styrofoam ketika mencemari lingkungan tidak dapat terdaur hingga satu juta tahun.
“Melalui inisiasi ini, harapannya dapat mengedukasi masyarakat dan meningkatkan kepedulian mengenai penggunaan material yang ramah lingkungan yang dapat ditemui pada kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.
(Rizka Diputra)