Advertisement
Advertisement

11 Tradisi Unik Sambut Ramadhan di Indonesia, Bikin Semangat Jalani Puasa

Narissa Nurulita Pamuji , Jurnalis-Sabtu, 02 Maret 2024 |13:05 WIB
11 Tradisi Unik Sambut Ramadhan di Indonesia, Bikin Semangat Jalani Puasa
Ilustrasi (Foto: Pexels/Thirdman)
A
A
A

5. Munggahan, Jawa Barat

Tradisi Munggahan di Jawa Barat menjadi bagian penting dalam persiapan menyambut bulan Ramadhan. Munggahan adalah acara berkumpul dengan orang-orang terdekat untuk bermaafan dan saling berbagi.

Tradisi ini tidak hanya tentang ritual, tetapi juga tentang mempererat hubungan antarwarga dan meningkatkan rasa persaudaraan.

Melalui Munggahan, masyarakat Sunda menyatukan diri dalam semangat gotong royong dan kebersamaan yang memperkuat jalinan sosial dan budaya.

Tradisi Munggahan

(Foto: Instagram/@backpackerbandungraya)

6. Dugderan, Semarang

Di Semarang, Jawa Tengah, tradisi Dugderan menjadi pesta rakyat yang dinantikan dalam menyambut bulan Ramadan.

Dugderan tidak hanya tentang hiburan, tetapi juga tentang memperkenalkan dan mempromosikan budaya lokal. Melalui Dugderan, masyarakat Semarang menjaga dan memelihara kearifan lokal serta memperkaya ragam budaya yang ada.

7. Ngagubyag Balong, Tasikmalaya

Warga Desa Sindangasih Cikatomas, Tasikmalaya, Jawa Barat memiliki tradisi unik yakni menangkap ikan beramai-ramai sebelum bulan Ramadhan tiba. Tradisi ini juga disebut sebagai Ngagubyag Balong. Menjelang Ramadhan, seluruh warga di desa berbondong-bondong menuju satu kolam ikan besar.

Mereka kemudian ramai-ramai menangkap ikan. Tradisi ini sudah ada turun temurun dan tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa tapi juga anak-anak.

Tradisi Ngagubyag Balong

(Foto: YouTube/Sisi Tasik)

Warga menaruh banyak ikan di kolam besar, kemudian semua warga di desa tersebut masuk ke kolam sambil menangkap ikan dengan tangan kosong.

8. Padusan, Boyolali

Di Boyolali, Jawa Tengah, tradisi Padusan menjadi ritual spiritual yang dilakukan untuk mensucikan diri menjelang bulan Ramadhan.

Padusan adalah proses mandi atau berendam di sumber mata air yang dianggap keramat sebagai bentuk persiapan menyambut bulan suci.

Tradisi ini tidak hanya tentang kebersihan fisik, tetapi juga tentang kesucian spiritual dan pemurnian jiwa. Melalui Padusan, masyarakat Boyolali mengaktualisasikan nilai-nilai keagamaan dan kebersihan yang menjadi bagian dari budaya dan tradisi lokal.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement