Dewi juga menjelaskan bahwa panduan komunikasi krisis dapat segera diakses melalui Sisparnas dengan alamat laman https://sisparnas.kemenparekraf.go.id agar bisa dimanfaatkan baik oleh para pejabat daerah juga masyarakat luas sebagai sarana edukasi mitigasi risiko yang berpotensi krisis.
Senada, Staf Ahli Menteri Manajemen Krisis Kemenparekraf, Fadjar Hutomo menjelaskan, jika terjadi krisis di sektor pariwisata Indonesia, banyak aspek yang harus diteliti terlebih dahulu ketimbang sekadar menyelesaikan masalah yang tampak.

“Secara umum dibutuhkan collaborative governance untuk mencegah terjadinya kecelakaan pariwisata. Selain itu, tantangan pariwisata lainnya adalah pembangunan manusia untuk mencapai pemahaman bersama tentang tujuan pengembangan pariwisata. Forkomda yang berjalan baik merupakan modal awal untuk pembangunan pariwisata dan collaborative governance,” kata Fadjar.
Peserta Forkomda kali ini sebanyak 30 orang yang terdiri dari para kepala dinas pariwisata tingkat provinsi/kabupaten/kota se-Bali, Tim Diskominfo Provinsi Bali, serta Tim Humas Provinsi Bali. Turut hadir pula Tim Mores Strategis, perwakilan Direktorat Tata Kelola Destinasi dan perwakilan Direktorat Manajemen Industri Kemenparekraf.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.