Seorang digital nomad bekerja tanpa terikat lokasi, sehingga mereka bisa bekerja virtual di mana saja dengan menggunakan teknologi. Digital nomad biasanya sering berpindah lokasi kerja untuk bepergian dan merasakan budaya baru. Mereka juga membayar sendiri biaya perjalanannya.
Banyak kerja remote yang memiliki persyaratan lokasi. Pekerjaan ini mungkin terikat pada waktu dan lokasi geografis tertentu karena undang-undang ketenagakerjaan. Mereka juga membutuhkan koneksi internet yang aman dan terlindungi.
Sedangkan bleisure traveler mirip dengan digital nomad karena mereka menggabungkan pekerjaan dan traveling. Namun, karyawan menggunakan perjalanan bisnis terjadwal untuk membawa anggota keluarga atau teman.
Karyawan pun memperpanjang perjalanan dan mengambil cuti untuk tinggal di tempat tujuan lebih lama dan menikmati liburan.

Perusahaan menanggung tiket pesawat dan akomodasi karyawan selama mereka bekerja, dan ditanggung biaya tambahan untuk tiket pesawat tambahan, perpanjangan masa tinggal, dan makanan.
Mengingat digital nomad sangat menghargai perjalanan dan kebebasan, mereka biasanya tidak memiliki banyak harta benda.
Mereka menetap sementara di lokasi baru dan tidak perlu memindahkan barang. Digital nomad mungkin bekerja dengan jam kerja nontradisional yang mereka tetapkan berdasarkan zona waktu dan kegiatan pribadi.
Sebelum menjadi seorang digital nomad, ada baiknya mencari tahu seperti apa sebenarnya pekerjaan ini. Bekerja sambil bepergian atau traveling mungkin terdengar penuh petualangan dan menyenangkan, namun tidak untuk semua orang. Digital nomad selalu berpindah-pindah, jadi mungkin terdapat kurangnya stabilitas yang biasa didapatkan dari pekerjaan rumahan.
(Rizka Diputra)