“Tidur di atas kerikil menjadi bagian terburuk bagi saya. Selama bekerja 23 tahun sebagai dokter, saya tidak pernah melakukan kejahatan kemanusiaan. Saya membawa pena, buku catatan, dan stetoskop, bahkan tidak sekalipun meninggalkan rumah sakit. Saya hanya merawat anak-anak,” katanya.
Berdasarkan pengalaman buruk Maarouf, sebelumnya berpikir akan diperlakukan baik karena profesi dokter yang tidak melakukan kejahatan. Namun kini, dirinya telah kembali ke Gaza, dia bekerja lagi sebagai dokter dan membantu perawatan di bangsal anak-anak dengan stetoskop di lehernya.
(Leonardus Selwyn)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.