Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pria Diusir dari Pesawat karena Mabuk Berat, Pengantin Baru Ini Jadi Gagal Bulan Madu

Nanda Dwi Cahyani , Jurnalis-Rabu, 31 Januari 2024 |16:03 WIB
Pria Diusir dari Pesawat karena Mabuk Berat, Pengantin Baru Ini Jadi Gagal Bulan Madu
Pasutri gagal berbulan madu gegara sang pria diusir dari pesawat (Foto: Cavendish Press)
A
A
A

IMPIAN bulan madu pengantin baru ini berubah jadi kekecewaan besar setelah sang pria, Christopher Thomson (43), dikeluarkan dari pesawat lantaran kedapatan sedang mabuk berat.

Thomson dan istrinya, Jenna, yang baru saja melangsungkan pernikahan itu, seharusnya terbang ke Santorini, Yunani, untuk liburan romantis setelah hari bahagia mereka.

Namun, keinginan mereka pupus ketika Thomson dipaksa keluar dari pesawat Jet2 asal Inggris di Bandara Manchester dalam kondisi tangan diborgol.

Kejadian tersebut menandai awal pahit bagi pasangan tersebut, sekaligus memupus rencana indah mereka untuk honeymoon ke Santorini.

Akibat perbuatannya, Thomson dilarang terbang selama 12 bulan usai mengaku mabuk di dalam pesawat yang seharusnya membawa dia dan istrinya, Jenna, ke destinasi bulan madu mereka.

Infografis Keuntungan Liburan saat Low Season

Peristiwa itu bermula saat Thomson minum terlalu banyak di ruang tunggu keberangkatan ketika pasangan itu bersiap berangkat menuju Santorini, Yunani, untuk liburan romantis mereka.

Saat naik ke pesawat, Thomson menolak menghentikan kegiatan vapingnya meskipun staf penerbangan memintanya berhenti.

Jaksa Tobias Collins dalam sidang tuntutan mengungkapkan bahwa Thomson jelas mabuk", dan menolak untuk berhenti bahkan ketika kapten memutuskan untuk berbicara dengannya, ia memerintahkan kapten pergi.

Akibat perilaku Thomson, penerbangan yang seharusnya menuju destinasi bulan madunya akhirnya dibatalkan.

Setibanya di lokasi kejadian, polisi langsung menangkap Thomson kemudian memberitahu petugas bahwa mereka tidak boleh membawanya pergi karena saat itu dia sedang berbulan madu. Thomson bahkan berteriak selama sepuluh menit setelah dia diborgol.

Dalam keadaan yang memalukan, sang istri tetap berada di sisinya meski tertunduk malu atas perilaku sang suami.

Pengacara Christopher Thomson, Alistair Reid, memberi pembelaan di pengadilan dengan mengatakan, "Dia biasanya adalah pria yang sangat bertanggung jawab dan terhormat, bekerja sebagai tukang jendela, sudah menikah, dan memiliki dua anak perempuan.

Infografis Destinasi Wisata Terbaik 2024

Ia memiliki sejumlah anggota keluarga di Majorca, termasuk ayahnya. Insiden ini menyebabkan dia mengalami kesulitan yang signifikan dalam hal cara terbang ke sana," papar Reid.

Selain hukuman penjara yang ditangguhkan, Thomson juga diharuskan menyelesaikan 180 jam kerja yang tidak dibayar dan membayar biaya sebesar 980 dolar Australia (Rp10 jutaan). Jet2 juga memberlakukan larangan terbang kepada pasutri itu mereka 12 bulan atau satu tahun.

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement