Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jangan Asal Beli Tiket, Kenali 7 Ciri Agen Travel Penipu Traveler Wajib Waspada

Nanda Dwi Cahyani , Jurnalis-Rabu, 24 Januari 2024 |12:03 WIB
Jangan Asal Beli Tiket, Kenali 7 Ciri Agen Travel Penipu Traveler Wajib Waspada
Ilustrasi (Foto: Freepik)
A
A
A

SAAT membeli tiket melalui agen travel atau perjalanan, transaksi tersebut cenderung aman dan tanpa masalah.

Namun, ketika anda memutuskan memesan secara online, risiko penipuan menjadi lebih tinggi.

Penting untuk berhati-hati terhadap tanda-tanda potensial penipuan agar tidak mengalami kerugian finansial yang signifikan dan kekecewaan dalam merencanakan liburan.

Ribuan calon wisatawan telah menjadi korban penipuan liburan, kehilangan jutaan uang karena ulah penjahat dunia maya yang semakin cerdik.

Oleh karenanya, para wisatawan harus waspada terhadap tanda-tanda dan memastikan keamanan ketika merencanakan liburan. Berikut tujuh ciri agen travel online penipu yang wajib traveler waspadai, seperti dilansir dari The Independent.

1. Terburu-buru cenderung memaksa

Penipu sering mencoba membuat anda terburu-buru dalam pengambilan keputusan, menciptakan tekanan agar anda segera menyerahkan uang tanpa mempertimbangkan dengan matang.

Trik umum yang digunakan yakni memberikan peringatan bahwa properti akan segera diserahkan kepada orang lain kecuali anda segera berkomitmen. Selain itu, mereka mungkin menawarkan diskon untuk pembayaran segera sebagai insentif tambahan.

2. Telepon dan alamat tidak sinkron

Mengecek antara alamat dan nomor telepon suatu situs adalah langkah bijak untuk menghindari penipuan. Situs resmi seharusnya menyediakan informasi kontak yang jelas dan terverifikasi.

Infografis Tips Traveling Hemat

Jika ada inkonsistensi geografis, seperti perusahaan yang mengklaim berbasis di Jakarta (kode 021) namun memiliki kode panggilan di Bandung (022), maka jelas hal ini bisa menjadi tanda peringatan.

Jika nomor telepon terasa tidak sesuai atau terdengar asing, ini bisa menjadi indikator potensial bahwa ada sesuatu yang tidak benar.

3. Bicara berbelit-belit

Mengutip laman The Independent, penipu tidak hanya berfokus pada upaya mencuri uang Anda, tetapi juga berkeinginan untuk mendapatkan akses kepada identitas anda.

Suatu tanda peringatan yang penting adalah jika pihak yang mencurigakan meminta informasi pribadi yang berat, seperti pemindaian paspor atau SIM anda.

Bisnis yang sah dan terpercaya umumnya tidak akan meminta informasi identitas pribadi yang sensitif, kecuali jika ada alasan yang jelas dan dapat diverifikasi, seperti ketentuan undang-undang setempat yang mensyaratkan pemeriksaan identitas bagi calon tamu.

4. Harga tidak wajar

Penipu yang mencari korban tanpa disadari adalah dengan menawarkan tiket pesawat yang sangat murah.

Meskipun banyak agen perjalanan online mengklaim memiliki tarif terbaik, harga untuk penerbangan tertentu biasanya berada dalam kisaran yang cukup konsisten.

Tanda peringatan muncul ketika agen perjalanan menjual tiket dengan harga yang jauh di bawah standar normal. Berhati-hatilah, terutama jika perusahaan tersebut mengklaim memiliki akses terhadap 'tarif rahasia'.

5. Berpura-pura ramah

Menghadapi penipu yang menyamar sebagai staf ramah atau bahkan sebagai pemilik vila sebenarnya adalah situasi yang mungkin terjadi. Untuk mengurangi risiko ini, berhati-hatilah terhadap komunikasi melalui email dan pertimbangkan untuk beralih ke percakapan telepon.

Pertukaran informasi melalui telepon rumah, daripada telepon seluler, dapat memberikan tingkat keamanan tambahan.

Pastikan untuk memverifikasi bahwa kode panggilan telepon tersebut sesuai dengan lokasi yang diindikasikan. Menelepon pemilik vila secara langsung juga merupakan langkah yang baik untuk memastikan keabsahan transaksi.

Infografis Keuntungan Liburan saat Low Season

6. Perhatikan materi pemasaran

Materi pemasaran yang culas ialah salah satu ciri umum dari website penipuan. Penipu sering kali menggunakan teknik menyalin dan menempel untuk menciptakan kesan keaslian. Mereka dapat mengambil kutipan atau informasi dari perusahaan perjalanan asli dan menggunakannya sebagai bagian dari materi pemasaran mereka sendiri.

7. Pembayaran via transfer

Membayar layanan dengan kartu kredit atau debit umumnya memberikan perlindungan, karena anda memiliki kemampuan untuk menuntut kembali pembayaran jika terjadi penipuan.

]Sebaliknya, melakukan pembayaran melalui transfer bank langsung dapat meningkatkan risiko, karena hal ini seperti menyerahkan uang secara tunai tanpa banyak mekanisme perlindungan.

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement