SERANGAN Israel di jalur Gaza kian membabi buta. Kondisi ini membuat pejabat Kesehatan Palestina mengumumkan bahwa pada Minggu, 21 Januari 2024 total jumlah korban tewas dari serangan tersebut sejak bulan Oktober telah melewati 25.000 orang.
Dilansir dari laman Asia One, Selasa (23/1/2024) Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan setidaknya ada 178 orang Palestina yang saat ini sudah terbunuh dalam 24 jam terakhir. Sehingga saat itu dinyatakan sebagai hari yang paling mematikan selama terjadinya peperangan.
Pasukan Israel dan pejuang Hamas diketahui seringkali bentrok di beberapa tempat, dari sisi utara Jabalia hingga sisi selatan Khan Younis, Israel mulai melakukan operasinya baru-baru ini. Tidak hanya itu, pesawat Israel juga tampak sedang melanjutkan misinya untuk melakukan pemboman berat di daerah Khan Younis yang berada di Selatan jalur Gaza.

Mereka menggunakan ledakan, suara bom itu pun bergema di seluruh kota. Di sisi lain, pada beberapa bagian kamp yang menjadi tempat pengungsian warga Khan Younis. Pejabat Kesehatan Palestina mengatakan satu orang Palestina telah tewas dan tujuh orang lainnya mengalami luka-luka dalam hanya satu serangan udara yang terjadi pada malam itu.
Lebih lanjut, pada kamp pengungsi Jabalia dan daerah-daerah lain sekitarnya juga tidak jauh berbeda. Pertempuran terus berlanjut dengan Israel yang mengatakan kalau pasukannya sudah membersihkan sebagian besar Gaza utara dari jaringan militer Hamas dan lebih dari satu juta penduduk.
Mereka semua telah pindah ke bagian sisi selatan untuk menyelamatkan diri dari pemboman. Kini, Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola oleh Hamas saat ini mengatakan ada 25.105 orang Palestina yang diantaranya kalangan wanita dan anak-anak telah tewas dan 62.681 diantaranya terluka dalam serangan Israel sejak 7 Oktober 2023.