Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Anak 10 Tahun Gunakan Retinol karena Takut Penuaan Dini, Terpengaruh Tren Media Sosial

Devi Pattricia , Jurnalis-Kamis, 18 Januari 2024 |22:00 WIB
Anak 10 Tahun Gunakan Retinol karena Takut Penuaan Dini, Terpengaruh Tren Media Sosial
Penggunaan krim anti aging pada anak-anak. (Foto: Freepik.com)
A
A
A

SAAT ini anak-anak atau remaja sangat mudah terpengaruh tren-tren yang ada di media sosial. Salah satunya adalah tren kecantikan. Saking banyaknya tren perawatan anti aging yang berseliweran di media sosial membuat anak-anak berusia 10 tahun mulai menggunakan krim anti aging yang umumnya digunakan oleh orang dewasa.

Terkait hal tersebut, Dermatolog, dr. Emma Wedgeworth dari British Cosmetic Dermatology Group, turut menyoroti kesalahan tren tersebut. Dia menyebut anak berusia 10 tahun menjadi takut penuaan dini dan tanpa konsultasi dengan ahli, langsung memakai produk anti aging.

Bahkan kini anak-anak sudah mulai menerapkan rutinitas penggunaan skincare yang sangat komplek dan mahal. Padahal anak-anak berusia 10 tahun hanya perlu untuk membersihkan wajah dan menggunakan sunscreen ketika beraktivitas di luar ruangan.

“Hal ini sama sekali tidak diperlukan karena anak-anak hanya perlu mencuci muka dengan pembersih lembut bebas pewangi dan menggunakan pelembab ringan, serta tabir surya selama musim panas,” kata dr. Emma Wedgeworth dalam Daily Mail, dikutip MNC Portal Indonesia, Kamis (18/1/2024).

Penggunaan retinol

Penggunaan produk-produk anti aging pada anak-anak ternyata dapat mengiritasi kulit, menyumbat pori-pori karena membuat kulit memproduksi minyak lebih banyak, hingga memperparah kondisi jerawat lho.

Tak jarang juga anak-anak berusia 10 tahun ditemukan sudah menggunakan produk-produk berbahan retinol yang mengandung vitamin A. Memang retinol sendiri terkenal dengan manfaatnya yang mampu mengatasi penuaan dini, tetapi jika dipakai untuk kulit anak-anak produk ini dapat menyebabkan pengelupasan, ruam, serta kemerahan.

Dokter Emma Wedgeworth menjelaskan bahwa kulit anak-anak yang masih sangat sensitif hanya perlu memfokuskan perawatan kulit dengan pembersih wajah yang lembut dan melembabkan wajah.

Namun sayangnya tren di media sosial membuat anak-anak khawatir tentang penuaan diri dan kondisi kulit mereka. Anak-anak juga cenderung membandingkan dirinya dengan para influencer di media sosial. Kondisi ini tentu dapat mempengaruhi kondisi kesehatan mental anak.

“Tetapi media sosial membuat anak-anak menjadi sangat sadar akan penampilan dan kulit mereka. karena mereka membandingkan diri mereka dengan influencer dan hal ini juga mengkhawatirkan kesehatan mental mereka,” tuturnya.

(Leonardus Selwyn)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement