Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Dokter Ahli Bedah di Gaza, Rawat Anak-Anak yang Matanya Hancur Akibat Ledakan

Chindy Aprilia Pratiwi , Jurnalis-Rabu, 17 Januari 2024 |17:41 WIB
Kisah Dokter Ahli Bedah di Gaza, Rawat Anak-Anak yang Matanya Hancur Akibat Ledakan
Kisah dr. Yasser Khan. (Foto: CBC)
A
A
A

SEORANG Dokter Ahli Bedah asal Kanada, dr. Yasser Khan belum lama ini mengabarkan bahwa dia baru saja merawat anak-anak dengan bola mata yang hancur di rumah sakit Gaza. Bahkan dia melihat sendiri korban sipil dari serangan tentara Israel terhadap Hamas.

“Saya mengambil sekitar sepuluh mata ketika saya berada di sana," kata dr Khan, dikutip dalam laman CBC Radio, Rabu (17/1/2024).

Pasukan Israel telah memperlakukan para korban layaknya orang buta yang dibiarkan begitu saja. Hingga pada suatu waktu, dia bertemu dengan seorang gadis kecil bernama Aseel berusia enam tahun yang hidup seorang diri tanpa adanya keluarga. Sebab keluarganya sudah lebih dahulu meninggal dunia akibat serangan yang terjadi.

Dokter Khan menemukan Aseel dalam kondisi yang mengejutkan, terdapat sepotong pecahan peluru beton yang bersarang di rongga matanya dengan panjang dua sampai tiga inci. Khan yang melihat Aseel dalam kondisi memprihatikan tentu membuatnya ingat kepada putrinya.

dr. Yasser Khan

“Saya melihat jiwa kecil ini duduk di sana, dan dia (Aseel) tidak melakukan apa pun untuk pantas mendapatkan ini,” kata Khan kepada The Current.

Kini sekitar 1.200 orang Israel tewas akibat serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Kondisi itu mendorong Israel untuk meluncurkan serangan udara dan serangan darat yang telah menewaskan lebih dari 24.000 orang Palestina.

Menurut kementerian kesehatan di Gaza. Hamas diyakini telah menyandera 240 orang dalam serangan awal, beberapa di antaranya telah dibebaskan dengan imbalan warga Palestina yang ditahan oleh Israel.

Dokter Khan merupakan salah satu relawan tenaga medis yang telah bekerja selama tujuh hari dan melakukan shift 13 jam. Dia mengatakan sering mendengar ledakan setiap jam selama tinggal di sana, beberapa dari serangan udara dan artileri terdengar kurang dari satu kilometer jauhnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement