PEMADAMAN listrik total yang terjadi di Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Gaza Tengah menjadi sorotan dunia. Sebab rumah sakit itu kini menjadi salah satu fasilitas medis terakhir yang berfungsi. Rumah sakit yang merawat banyak pasien rentan tersebut dalam kondisi memprihatinkan tanpa bahan bakar yang tersisa.
“Kami mencoba bekerja dengan apa yang kami miliki. Tetapi kita harus berhenti bekerja sepenuhnya, karena kita tidak memiliki listrik,” kata seorang dokter di rumah sakit kepada Al Jazeera, dikutip dalam laman Al Jazeera, Selasa (16/1/2024).
“Ada pemadaman total jadi bagaimana kita bisa merawat pasien?,” tuturnya.
Nasib nahas juga menimpa para bayi dengan kelahiran prematur yang harus mendapatkan perawatan intensif. Bahkan Kantor Media Pemerintah Gaza menyebut bahwa mereka berada pada risiko kematian ekstrem. Rekaman sebelumnya pun menunjukkan staf medis di kamar gelap mencoba untuk tetap bekerja dengan bantuan senter.

“Kami bekerja pada lampu ponsel untuk mengurus kondisi anak-anak dalam perawatan intensif, dan perangkat bekerja pada daya sekunder, dan jika mereka berhenti, anak-anak kehilangan nyawa mereka,” kata dr Warda Al-Awawdeh.
Tidak sampai di situ, banyak bayi di fasilitas tersebut yang menderita malnutrisi karena mengalami berat badan kurang. Sehingga membuat mereka mudah sakit, bahkan meninggal dunia. Mereka memiliki tiga bayi yang dirawat di inkubator dari 10 pasien bayi yang dirawat di ruang lain.
Di sisi lain, James Smith selaku Dokter Kegawatdaruratan di Bantuan Medis Palestina mengatakan pemadaman yang terjadi akan terjadi secara signifikan. Alhasil menghambat kapasitas fasilitas tersebut untuk memberikan perawatan medis kepada pasien dan mereka yang mencari bantuan.