Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Militer Israel Targetkan Rumah Sakit Al Aqsa, Tim Medis Gaza Mengkhawatirkan

Wulan Savitri , Jurnalis-Jum'at, 12 Januari 2024 |19:00 WIB
Militer Israel Targetkan Rumah Sakit Al Aqsa, Tim Medis Gaza Mengkhawatirkan
Militer Israel fokuskan serangan di Rumah Sakit Al Aqsa. (Foto: Freepik.com)
A
A
A

SELAMA dua minggu terakhir, militer Israel kembali menargetkan fasilitas kesehatan di wilayah Gaza. Hal ini membuat Rumah Sakit Martir Al Aqsa kekurangan staf medis dalam jumlah yang banyak.

Menurut dokter asal Inggris, Deborah Harrington mengungkapkan ratusan masyarakat Palestina terus berdatangan mencari perlindungan ke rumah sakit. Namun hal ini menjadi kekhawatiran sebab jumlah tim medis tidak sebanding dengan pasien.

Sementara itu, MAP dan Komite Penyelamatan Internasional (IRC) memberikan pernyataan bahwa staf kesehatan dipaksa berhenti melakukan rangkaian kegiatan di RS Al Aqsa. Pasalnya saat ini, keberadaan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) diketahui tidak jauh dari rumah sakit, tepatnya hanya sekitar 1,5 km.

Rumah sakit Gaza

“Saat itu, saya dan rekan tim lainnya tengah menjalani operasi terhadap pasien yang mengalami cedera. Namun kami diberitahu untuk segera pergi karena adanya serangan di Unit Perawatan Intensif (ICU) pada Jumat lalu,” ujar Maynard, ahli bedah dan pimpinan MAP, dikutip Jumat (12/1/2024) dari BBC.

Akibat serangan di rumah sakit, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Gaza melaporkan terdapat 57 orang tewas dan 65 orang lainnya mengalami luka-luka. Para dokter asal Inggris pun menceritakan tragedi yang mengerikan saat melakukan operasi di Rumah Sakit Al Aqsa.

“Kami kekurangan pasokan air, tidak ada ruangan yang memadai, bahkan alat operasi juga terbatas,” ucapnya.

Hal itu pun dibenarkan rekannya, dr Smith bahwa tiap pasien yang datang dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.

“Tidak ada troli ataupun obat pereda nyeri sebelum operasi. Kami benar-benar melakukan di lantai. Kebanyakan dari pasien yang datang untuk diamputasi,” tutur Smith.

IDF juga diduga melancarkan aksi dengan menembakkan peluru jitu ke arah mobil ambulans yang berada di pinggiran Deir Al Balah. Organisasi Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) mengonfirmasi bahwa enam orang telah meninggal akibat insiden tersebut.

Akan tetapi, militer Israel mengelak bahwa tidak melakukan serangan itu. IDF menyatakan patuh serta berkomitmen terhadap hukum internasional.

Kantor PBB Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) merilis pernyataan bahwa pengeboman Israel berlanjut ke daerah Deir Al Balah secara intens dari berbagai arah, seperti udara, darat, dan laut.

Meski demikian, Israel berpegang teguh melakukan operasi militer di Gaza untuk memberantas Hamas dan menyelamatkan sandera. Namun berdasarkan data yang dikeluarkan Kemenkes Gaza, hingga saat ini, sudah lebih dari 23.350 warga Gaza dinyatakan tewas akibat perang.

(Leonardus Selwyn)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement