Lebih lanjut Best mengatakan kepada TheStreet bahwa pramugari hanya ingin dimengerti sehingga ia mengimbau penumpang tidak bikin ulah selama penerbangan, apalagi sampai memicu keributan yang mengganggu penumpang lain.

"Harus dipahami bahwa kami adalah karyawan maskapai penerbangan yang juga ingin terhubung dengan keluarga kami saat pulang kerja," kata dia.
"Hal itu menjadi sulit ketika kami menjadi sasaran penyerangan dan karena itu harus berhenti untuk mendapatkan perawatan medis, yang menyebabkan penundaan dan tidak hanya memengaruhi operasi industri penerbangan tetapi juga pelanggan di pesawat itu," tutup Tyesha Best.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.