Meskipun ada tekanan dari negara dan lembanga internasional agar eskalasi serangan berkurang, Israel justru tidak memedulikan imbauan itu. Mereka bahkan terus melakukan serangan terhadap fasilitas kesehatan dan daerah pemukiman di Gaza.
“Akses yang mendesak, aman dan tanpa hambatan ke wilayah tersebut diperlukan untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan. Penundaan lebih lanjut akan menyebabkan lebih banyak kematian dan penderitaan bagi banyak orang,” kata Tedros Adhanom Ghebreyesus.
Dalam catatan Aljazeera, secara keseluruhan jumlah korban akibat konflik Palestina dan Israel yang terjadi sejak 7 Oktober 2023 lalu telah menewaskan 22.835 orang. Sebanyak 9.600 korban meninggal ironisnya adalah anak-anak.
(Leonardus Selwyn)