DIREKTUR Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr Maxi Rein Rondonuwu menemukan tiga penyakit kasus lumpuh layu akut (Acute Flaccid Paralysis/AFP) yang disebabkan oleh virus polio tipe dua, yaitu di provinsi Jawa Tengah dan provinsi Jawa Timur.
Ditemukan dengan kronologis yang berbeda, kasus lumpuh layu akut ini disebabkan oleh imunisasi polio yang tidak lengkap, dan dengan status imunisasi lengkap tetapi mengalami malnutrisi.
Menyikapi kejadian itu, Dokter sekaligus Epidemiologi dan Peneliti asal Universitas Griffith Australia, dr. Dicky Budiman, M.Sc. PH membeberkan sejumlah perbedaan yang terjadi antara polio jenis tipe satu, tipe dua, dan tipe tiga.

Menurutnya, sebelum adanya program vaksinasi pertama, hal inilah yang menyebabkan kasus polio terjadi pada tipe satu. Namun seiring dengan berjalannya waktu, dengan adanya vaksinasi, maka angka kasus terjadinya polio semakin berkurang dan semakin tidak terdeteksi.
Sedangkan pada tipe dua, menyebabkan sejumlah kasus cukup banyak, dan secara global tetap terjadi. Hanya saja jika dibandingkan dengan tipe satu, tipe dua ini lebih jarang terjadi.
“Nah Vaksin Oral Polio atau (VOP) ini setelah sukses mengatasi polio tipe 2, pada 2016 Vaksin Oral Polio ini tidak lagi mengandung tipe dua,” kata dr Dicky, dikutip dalam keterangannya, Minggu (7/1/2024).
Lebih lanjut, pada tipe tiga menyebabkan sejumlah kasus infeksi polio. Namun lebih sedikit lagi terjadi jika dibandingkan tipe satu dan tipe dua. Sehingga sama halnya dengan tipe dua, VOP telah banyak diubah dan vaksin tidak lagi mengandung tipe tiga.