Sebagai salah satu penyakit silent killer, kanker pankreas ini tidak memiliki gejala ketika stadiumnya masih ringan. Ketika kankernya makin membesar, mulai muncul tanda kuning di beberapa area tubuh.
“Ketika tumor makin besar dia ngerasa nyeri, tumor makin besar area bagian lambung terdorong dia merasa mual, muntah, dan diare. Ketika ada sumbatan jadi pucat, sumbatan juga menyebabkan kuning," ujarnya.
"Umumnya tumor ini berat badannya turun, kemudian bisa kram pada kaki, nafsu makan menurun, merasa cepat lelah, lemas, ini tanda seseorang mengalami kanker pankreas tapi tidak umum, tidak spesifik juga, kumpulan gejala ini mengarah kanker pankreas,” katanya.
“Jadi untuk mengetahui terbentuknya tumor harus ada pemeriksaan, baik itu USG, CT scan atau pemeriksaan MRA, deteksi awal,” ucap prof Ari
Sementara itu, untuk pengobatannya pada stadium awal bisa dilakukan operasi pengangkatan sel kanker. Tapi kalau sudah stadium lanjut tidak bisa.
“Kalau sudah besar hanya mengurangi efek tumor tersebut dengan radioterapi dan kemoterapi bisa dilakukan. Upaya ini variatif untuk mengurangi dan mengoptimalkan kualitas hidup,” kata Prof Ari.
(Leonardus Selwyn)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.