MANTAN Menteri Koordinator Maritim Rizal Ramli meninggal dunia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Selasa malam 2 Januari 2024. Dia tutup usia setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama hampir dua bulan karena mengidap kanker pankreas stadium 4.
Penyakit ini tentu saja membuat banyak netizen penasaran. Apa sih penyebab dan gejalanya?
Anggota Dewan Pertimbangan PB IDI & Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof DR dr Ari Fahrial Syam, SpPD, KGEH, MMB, FINASIM, FACP menjelaskan kanker pankreas merupakan penyakit silent killer yang ketika sudah bergejala, tandanya kondisinya sudah buruk.
“Ketika ada pasien matanya kuning, berat badannya turun, nyeri ulu hati saat dicek ternyata kanker pankreas. Makanya kita harus edukasi masyarakat bahwa (kanker pankreas) di awal tanpa gejala oleh karena itu gimana screening atau pemeriksaan,” ujar Prof Ari dalam webinar bersama PB IDI, Jumat 5 Januari 2024.
Prof Ari menyampaikan ada banyak faktor risiko dari penyakit kanker pankreas. Seperti faktor usia, gaya hidup, konsumsi alkohol, merokok, dan keturunan.

“Data terakhir 2020 di Amerika angka kematiannya cukup tinggi, yaitu 57600 kasus baru kanker pankreas dan 90 persen dari mereka alami kematian karena umumnya mereka datang dengan terlambat. Karena sekali lagi ketika sudah ada gejala itu sudah lanjut perjalanan penyakit dari kanker pankreas tersebut,” tuturnya.
Prof Ari mengatakan laki-laki lebih berisiko mengalami kanker pankreas, kemudian juga orang-orang dengan obesitas, tinggi lemak, memiliki penyakit diabetes melitus, merokok, dan alkohoh.
“Hal itu yang harus dipahami oleh siapapun yang punya faktor risiko ini harus berusaha mengurangi faktor risiko tersebut, kalau genetik nggak bisa diubah,” katanya.
Sebagai salah satu penyakit silent killer, kanker pankreas ini tidak memiliki gejala ketika stadiumnya masih ringan. Ketika kankernya makin membesar, mulai muncul tanda kuning di beberapa area tubuh.
“Ketika tumor makin besar dia ngerasa nyeri, tumor makin besar area bagian lambung terdorong dia merasa mual, muntah, dan diare. Ketika ada sumbatan jadi pucat, sumbatan juga menyebabkan kuning," ujarnya.
"Umumnya tumor ini berat badannya turun, kemudian bisa kram pada kaki, nafsu makan menurun, merasa cepat lelah, lemas, ini tanda seseorang mengalami kanker pankreas tapi tidak umum, tidak spesifik juga, kumpulan gejala ini mengarah kanker pankreas,” katanya.
“Jadi untuk mengetahui terbentuknya tumor harus ada pemeriksaan, baik itu USG, CT scan atau pemeriksaan MRA, deteksi awal,” ucap prof Ari
Sementara itu, untuk pengobatannya pada stadium awal bisa dilakukan operasi pengangkatan sel kanker. Tapi kalau sudah stadium lanjut tidak bisa.
“Kalau sudah besar hanya mengurangi efek tumor tersebut dengan radioterapi dan kemoterapi bisa dilakukan. Upaya ini variatif untuk mengurangi dan mengoptimalkan kualitas hidup,” kata Prof Ari.
(Leonardus Selwyn)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.