Dalam konteks ini, Mr. Douglas menyatakan bahwa tujuan utama adalah untuk memeroleh informasi lebih lanjut tentang pelancong yang memungkinkan pemantauan terhadap perjalanan mereka.
Bukan hanya Inggris, namun negara-negara lain juga telah menerapkan teknologi face recognition untuk memfasilitasi kedatangan wisatawan.
Sebagai contoh, Bandara Dubai, telah menerapkan teknologi face recognition ini dengan efektif.
Mereka mengklaim bahwa dengan teknologi e-Gates, pelancong dapat melewati prosedur imigrasi hanya dalam waktu lima detik.

Di Inggris, uji coba awal teknologi baru ini kemungkinan akan dilakukan di satu bandara untuk sejumlah wisatawan. Namun, latihan pengadaan akan diadakan menyusul, dan biaya untuk e-Gates diperkirakan mencapai puluhan juta.
Namun demikian, penggunaan teknologi ini tidak selalu berjalan mulus. Pada Mei 2023, seluruh sistem e-Gates di Inggris mengalami kegagalan yang menyebabkan puluhan ribu penumpang terjebak dalam antrian yang panjang selama berjam-jam. Kegagalan sistem tersebut memicu kekesalan di antara para penumpang yang terdampak.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.