TANA Toraja ialah daerah yang kaya akan budaya dan tradisi yang masih lestari hingga saat ini. Banyak wisatawan yang tertarik untuk mengunjungi daerah ini dan menyaksikan keunikan adat istiadatnya. Namun selain budaya, Toraja juga memiliki kekayaan kuliner yang patut dicoba.
Kuliner khas Toraja memiliki ciri khas tersendiri yang berbeda dengan daerah lain. Mulai dari sayuran, rempah-rempah, hingga daging, semua disajikan dengan bumbu dan cara masak yang khas.
Daging yang digunakan juga tidak hanya ayam, sapi, dan ikan, tetapi juga bebek, babi, dan belut.
Bagi Anda yang muslim, harap berhati-hati dan tanyakan terlebih dahulu sebelum membeli makanan, karena ada beberapa makanan yang tidak halal. Berikut ini sepuluh kuliner khas Toraja yang bisa Anda nikmati.
(Foto: Cookpad/Restu)
1. Dangkot Bebek
Dangkot bebek berasal dari bahasa Toraja yang berarti daging itik atau bebek. Bebek dimasak dengan beragam rempah, seperti lengkuas, serai, jahe, cabai rawit, dan jeruk. Cita rasanya yang gurih dan pedas bisa menggoyang lidah.
2. Palopo
Makanan satu ini terbuat dari tepung sagu yang dibentuk menjadi bulatan kecil. Palopo diisi dengan daging atau ikan, kemudian dinikmati dengan kuah dan sayuran. Sajian ini lezat dimakan saat masih hangat.
(Foto: kabartoraya.com)
3. Pa’piong
Pa’piong merupakan makanan unik Toraja yang dimasak menggunakan bambu. Sajian ini memiliki beragam jenis, seperti pa’piong bo’bo nasi, pa’piong burak, pa’piong babi, dan pa’piong manuk ayam atau dangkot. Di Toraja, makanan ini biasa disajikan saat upacara tertentu.
4. Tu’tuk Utan
Bahan membuat tu’tuk utan hanya membutuhkan sayur mayur yang ditumbuk. Biasanya menggunakan daun singkong, parutan kelapa, cabai rawit, dan potongan daging. Makanan ini mirip seperti urap.
5. Deppa Tori
Camilan khas Toraja ini terbuat dari tepung beras, gula merah, dan wijen. Rasanya yang manis cocok menjadi pelengkap minum kopi Toraja. Teksturnya lembut dengan ukuran sebesar jari berbentuk lonjong asal.
6. Pantollo Pamarrasan
Pamarrasan diartikan sebagai kluwak hitam. Kluwak hitam menjadi rempah yang digunakan untuk sajian ini.
Pantollo pamarrasan memiliki berbagai jenis olahan mulai dari daging merah, ikan, kerbau, cumi, dan belut.
(Foto: tondoktoraya.com)
7. Lada Katokkon
Lada katokkon merupakan cabai khas Toraja yang belum populer. Cabai ini memiliki rasa pedas dan aroma khas. Tanaman ini tumbuh subur di daerah tanah pegunungan yang beriklim dingin.
8. Pangrarang atau Sate
Pangrarang disebut juga sebagai sate. Namun jika sate ditusuk, pangrarang hanya dipotong kecil-kecil.
Sajian ini menggunakan daging sapi atau ayam yang diberi garam. Daging dibakar di atas api dan disantap bersama cabai ulek dan perasan jeruk nipis.
9. Jipang
Makanan khas Toraja ini terbuat dari beras ketan hitam yang dimasak dengan gula merah. Cita rasa manis dan lengket dari karamelisasi gula merah. Jipang cocok menjadi camilan atau teman minum teh.
10. Pokon
Lontong begitu sebutan di daerah lain, tetapi di Toraja menyebutnya sebagai Pokon. Ada perbedaan yang mendasar dari sajian ini, pokon tidak menggunakan beras ketan hitam. Begitu pun dengan teknik untuk membungkusnya dan ukuran.
Itulah sederet kuliner khas Toraja yang menggiurkan dan menggoyang lidah.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.