“Artinya gini, memastikan peralatan pembakaran di rumah seperti kompor dan yang lainnya diperiksa berkala, dan memperhatikan kondisi ventilasi ini bisa menjadi paling penting,” ucap dr Dicky.
Oleh karena itu, dr Dicky menyarankan agar pembakaran briket arang dilakukan di ruang terbuka. Namun, apabila seseorang terpapar karbon monoksida dan merasakan gejala seperti pusing atau sakit kepala untuk segera keluar dari ruangan tersebut (apabila ruangan tertutup) atau datangi pelayanan kesehatan.
“Jadi yang membahayakan lagi kalau pembakaran ini dilakukan di ruangan tertutup dengan ventilasi yang juga tidak memadai yang ini akhirnya bisa membahayakan kesehatan termasuk juga fatal seperti kematian,” tutur dr Dicky.
(Leonardus Selwyn)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.