ROKOK elektrik seperti vape atau pod semakin marak digunakan oleh masyarakat di Indonesia khususnya anak-anak muda. Tak jarang banyak orang yang mulai mencoba-coba vape dan pod karena asal mengikuti tren saja.
Belum lama ini sebuah akun X dengan nama pengguna @ciloqciliq membagikan kisah rekannya yang dilarikan ke rumah sakit akibat gemar merokok konvensional kemudian menghisap pod secara bergantian dan begitu juga sebaliknya. Kebiasaan tersebut dapat menimbulkan flek di paru-paru.
Menanggapi fenomena yang ramai diperbincangkan tersebut, Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (Paru) Prof. Dr. dr. Agus Dwi Susanto, SpP(K) mengungkapkan bahwa pergantian antara rokok konvensional ke rokok elektrik seperti vape atau pod dapat mempercepat hadirnya efek akut jangka pendek dari rokok elektrik.

Sebab tubuh telah memiliki basic inflamasi yang diinduksi oleh rokok konvensional, maka ketika berubah ke vape dampak akut jangka panjangnya menjadi cepat muncul
“Risiko ISPA atau Pneumonia yang lebih sering, kemudian terjadinya risiko Pneumotoraks atau paru-parunya bocor. Terjadinya resiko penyakit peradangan, penyakit paru interstisial akut seperti yang terjadi di Amerika, yaitu Evali,” kata Prof. Agus kepada MNC Portal Indonesia, Senin 18 Desember 2023.
Sebaliknya jika seseorang merokok dari vape kemudian bergantian ke rokok konvensional, maka mempercepat munculnya risiko jangka panjang dari vape sebab sudah terjadi akumulasi yang lebih besar. Oleh karenanya akan muncul penyakit risiko akut seperti Pneumonia dan penyakit paru kronik.
“Sehingga muncul penyakit-penyakit risiko akut, seperti asma akan muncul lebih cepat, kemudian penyakit paru kronik bisa muncul lebih cepat. Selain itu risiko pneumonia juga lebih cepat,” katanya.