DUNIA kesehatan semakin maju dan berkembang. Salah satunya dalam hal pengobatan masalah regurgitasi katup mitral. Penyakit ini merupakan salah satu kelainan katup jantung di mana katup mitral tidak tertutup dengan sempurna.
Nah, baru-baru ini terdapat gebrakan pengobatan medis mutakhir untuk masalah regurgitasi katup mitral ini, yakni melalui prosedur inovatif MitraClipTM yang dihadirkan oleh Cardiac Vascular Sentral Kuala Lumpur (CVSKL).
Konsultan kardiolog terkemuka di CVSKL, dr. Al Fazir mengatakan, pada dasarnya prosedur MitraClip memungkinkan tim medis menangani pasien dengan masalah regurgitasi katup mitral, tanpa pembedahan dada terbuka secara konvensional.
"Prosedur MitraClip memungkinkan kita menangani regurgitasi katup mitral dalam beberapa kasus tanpa pembedahan dada terbuka secara konvensional," kata dr. Al Fazir, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, (16/12/2023).
Dokter Al Fazir menjelaskan, jantung merupakan pompa satu arah yang mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Dia terdiri dari empat ruangan (2 bilik dan 2 serambi) dan empat katup, di mana setiap katup memiliki flap (daun katup atau cusp).

“Nah, bayangkan katup-katup ini seperti pintu berayun satu arah yang memastikan darah mengalir sesuai jalurnya,” katanya.
Ketika jantung berkontraksi, lanjut dr. Al Fazir, pintu ini terbuka untuk membiarkan darah mengalir ke ruang berikutnya, dan saat istirahat, pintu ini menutup erat mencegah darah kembali ke belakang.
Salah satu katup yang penting adalah katup mitral. Pada kondisi tertentu, flap pada katup mitral gagal menutup sepenuhnya atau ukuran serta bentuk katup berubah, sehingga darah bisa bocor ke belakang. Keadaan ini disebut regurgitasi katup mitral atau kegagalan katup mitral.
Dokter Al Fazir menyebut, tanpa pengobatan, regurgitasi katup mitral yang parah dapat memicu gagal jantung dan kelainan irama jantung.
Prosedur pengobatan yang direkomendasikan untuk usia lanjut
Dokter Al Fazir menyebut, prosedur MitraClipTM merupakan alternatif selain operasi katup mitral konvensional dan sangat cocok untuk pasien berisiko tinggi, berusia lanjut, serta mereka dengan kondisi kesehatan yang mendasarinya, karena tidak memerlukan sayatan pada bagian dada.