Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tradisi Merajut Dulu Identik dengan Orang Tua, Kini Digandrungi Anak Muda

Syifa Fauziah , Jurnalis-Kamis, 14 Desember 2023 |21:35 WIB
Tradisi Merajut Dulu Identik dengan Orang Tua, Kini Digandrungi Anak Muda
A
A
A

MERAJUT merupakan aktivitas yang identik dengan nenek-nenek atau wanita lanjut usia. Biasanya di masa tuanya, mereka merajut dan menghasilkan sebuah barang yang menggemaskan.

Namun kini merajut mulai diminati oleh anak muda lho, khususnya para Gen Z. Hal itu disampaikan oleh salah satu pemilik brand Kyomi Craft, Siti Holisoh.

"Sekarang trennya berubah, biasanya kita juga buka kelas ngerajut dan pesertanya banyak anak muda yang belum menikah," ujar Siti kepada MNC Portal Indonesia di iNews Tower, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (14/12/2023).

Ia mengatakan tren tersebut berubah sejak pandemi. Hal itu juga dia rasakan dan akhirnya menjadikan hobi merajut menjadi sebuah bisnis.

 BACA JUGA:

"Pas pandemi bingung mau ngapain, terus inget aku geluti hobi merajut dan kini jadi bisnis," tuturnya.

Dia tak menyangka, respon masyarakat dari yang awalnya mulut ke mulut kini sudah bisa mulai dipasarkan ke banyak orang.

"Rajut ini kan identik dengan bentuk yang lucu-lucu. Jadi mereka yang beli lebih cari ke bentuknya bukan fungsinya," sambungnya.

Siti pun mengatakan setiap orang bisa merajut. Namun ada teknik yang harus dipelajari bagi pemula yang ingin belajar merajut, yakni simpul awal, tusuk rantai, dan tusuk tunggal.

 BACA JUGA:

"Selain teknik dasar, harus bisa juga hakpen yang bera, dan benang. Karena hug pan itu kan ukurannya beragam harus disesuaikan," tambahnya.

Selain itu, bagi pemula sebaiknya pilih benang dengan warna cerah karena kalau gelap susah untuk melihat lubangnya. Dan yang terakhir mulai dulu dari projek yang sederhana.

"Pilih benang ukuran sedang atau besar, karena kalau yang kecil susah. Buat pemula bisa pilih benang kaus, cotton, atau polyester. Projeknya bikin yang sederhana, sebab kalau susah takut malah pusing dan nyerang," tuturnya.

"Kesabaran juga kunci ya untuk merajut karena dari sehelai benang bikin sesuatu apalagi butuh waktu yang lumayan lama harus sabar, jadi menguji kesabaran," tutupnya.

Untuk brand Kyomi Craft miliknya sendiri, bisa dibeli di ecommerce dengan pesanan preorder. Untuk harganya sendiri mulai dari Rp15 ribu sampai 200 ribu. Kalau ada yang ingin mengadakan workshop, Kyomi Craft juga buka kelas lho. Info lebih lanjut bisa dilihat di Instagram @kyomicraft.

(Salman Mardira)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement